Kamis 13 Februari 2020, 19:56 WIB

Kementan Guyur Bawang Putih dan Cabai ke Lima Pasar di Surakarta

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Guyur Bawang Putih dan Cabai ke Lima Pasar di Surakarta

Istimewa
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat melepas 10 kendaraan pengangkut bawang putih dan cabai dalam rangkaian gelar pasar murah.

 

KENAIKAN harga komoditas bawang putih dan cabai akhir-akhir ini membuat Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah aksi dengan menggelar pasar murah di beberapa wilayah.

Pada Kamis (13/2), Kementan menggelar pasar murah bawang putih dan cabai yang dilaksanakan di lima pasar di wilayah Surakarta, Jawa Tengah, yaitu: Pasar Gede, Pasar Nusukan, Pasar Rejosari, Pasar Harjodaksino dan Pasar Gading.

Selain itu, Kementan mendistribusikan bawang dan cabai ke Toko Tani Indonesia Center di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Komoditas pangan biasa naik turun, yang tidak biasa itu jika naiknya berlebihan atau turunnya berlebihan," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat melepas 10 kendaraan pengangkut bawang putih dan cabai dalam rangkaian gelar pasar murah tersebut.

"Kami mempunyai hitungan, kalau naiknya pada sekian persen itu masih tingkat normal. Jika kenaikannya melonjak, kami dekatkan pasar dengan mengangkut komoditas pangan dari wilayah panen," jelas Menteri yang biasa akrab disapa SYL tersebut.

Sedikitnya 12 ton bawang putih berasal dari importir yang tergabung dalam Perkumpulan Pelaku Usaha Bawang dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo) dan 10 ton cabai, masing masing 5 ton untuk rawit merah dan 5 ton cabai merah keriting yang digelontorkan dari Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan.

Lebih lanjut SYL minta masyarakat tidak perlu panik dengan kenaikan harga bawang putih. Pasalnya stok bawang putih masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Mentan melansir bahwa stok bawang putih masih tersedia sekitar 88 ribu–120 ribu ton. Ia juga menyebut akan ada tambahan stok hingga 50 ribu ton dari panen yang akan berlangsung di akhir februari hingga maret 2020.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi mengungkapkan, gelar pasar murah telah dilaksanakan sejak 30 Januari lalu di berbagai daerah di Indonesia guna mengatasi kenaikan harga komoditas pangan.

Selain itu, pihaknya juga telah mengidentifikasi wilayah-wilayah yang mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi khususnya untuk komoditas bawang putih dan cabai.

"Gelar pasar murah ini kita upayakan terus menerus hingga harga  bawang putih dan cabai bisa turun," kata Agung.

Dalam gelar pasar murah kali ini, harga cabai rawit merah dibanderol seharga Rp 35.000,-/kg, cabai merah keriting Rp 30.000,-/kg dan bawang putih Rp 30.000/kg.

Harga ini di bawah harga pasar yang masih cukup tinggi. Berdasarkan pantauan di laman Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per 12 Februari 2020, rerata harga eceran cabai merah keriting sebesar Rp55 ribu per kg, cabai rawit merah Rp57 ribu per kg, dan bawang putih sebesar Rp57 ribu per kg.

Antusiasme masyarakat menyambut gelar pasar murah terlihat dari antrian pengunjung yang akan membeli bawang putih dan cabai. Sunari, salah seorang pembeli mengungkapkan kegembiraannya dengan adanya gelar pasar murah ini.

"Saya kan pedagang makanan, jadi kalau harga naik kita juga mengalami kesusahan. Bawang putih dan cabai yang dijual murah ini sangat membantu," ujarnya. (OL-09)

Baca Juga

Ist

Tinjau Pelabuhan Patimban, Menhub: Akhir November Siap Beroperasi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 12:13 WIB
Pelabuhan Patimban juga akan menjadi salah satu pelabuhan yang mengedepankan penggunaan teknologi dan sistem digital dalam...
DOK MANDIRI SYARIAH

BI Dorong Penggunaan Wakaf Lintas Negara untuk Bangun Ekonomi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:29 WIB
Bank Indonesia (BI) menilai, wakaf yang tertata dengan baik dan didukung oleh teknologi diharapkan dapat mendorong mobilisasi dana...
Dok Kementan

PUPR Pastikan Irigasi di Food Estate Kalteng Mengalir Baik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:16 WIB
Pengembangan food estate di Kalteng untuk tanaman padi di lahan aluvial seluas 165.000 hektare (Ha) yang merupakan lahan eks-Pengembangan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya