Kamis 13 Februari 2020, 19:29 WIB

Warga Taman Nasional Bukit Tigapuluh Dilatih Budi Daya Lebah Madu

Mediaindonesia.com | Nusantara
Warga Taman Nasional Bukit Tigapuluh Dilatih Budi Daya Lebah Madu

ANTARA/WAHDI SEPTIAWAN
Warga Suku Talang Mamak bersiap melakukan panen bersama padi ladang di Dusun Semerantihan, Suo-suo, Sumay, Tebo, Jambi, Minggu (2/2).

 

SEBAGAI bentuk kepedulian mereka terhadap masyarakat sekitar kawasan hutan, PT Lestari Asri Jaya (LAJ), anak usaha PT Royal Lestari Utama (RLU), dan Balai Taman Nasional Bukit TigaPuluh (TNBT) menggelar pelatihan budi daya lebah madu.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 11-12 Februari tersebut diikuti sekitar 30 peserta yang berasal dari warga di dalam dan sekitar kawasan Wilayah Cinta Alam/Wildlife Conservation Area (WCA) yaitu area lintasan gajah yang diperuntukkan bagi perlindungan jangka panjang gajah sumatera yang terancam punah. Pelatihan itu juga diikuti oleh karyawan PT LAJ dan perwakilan dari Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh.

Kepala Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh Fifin Arfiana Jogasara mengatakan pelatihan ini adalah salah satu wujud kerjasama TNBT dengan anak usaha RLU, PT LAJ, yang meliputi perlindungan kawasan penyangga, pengawetan flora dan fauna, restorasi ekosistem, serta pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan ini penting dalam upaya perlindungan kawasan ekosistem, serta flora dan fauna. Pemberdayaan masyarakat dalam wujud pelatihan budi daya lebah madu diharapan meningkatkan kesejahteraan warga dan memberikan dampak positif pada upaya perlindungan kawasan, flora dan fauna,” kata Fifin.

Direktur RLU Meizani Irmadhiany menambahkan pelatihan itu adalah wujud komitmen mereka untuk memberdayakan masyarakat sekitar hutan.
“Melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui sumber penghidupan berbasis non-lahan,” kata Meizani.

KPHP Unit IX Tebo Barat Taupiq Bukhari mewakili pemerintah mendukung upaya pemberdayaan budi daya lebah madu yang merupakan salah satu potensi ekonomi lokal.

“Pelatihan budi daya madu hutan yang dilakukan LAJ bisa menjadi langkah positif bagi pengembangan potensi Kabupaten Tebomen untuj menjadi salah satu daerah produsen madu di Provinsi Jambi,” tutur Taupiq.

Selain meningkatkan kesejahteraan warga, sejatinya pelatihan budidaya lebah juga ditujukan untuk meminimalkan kerusakan lahan pertanian warga serta konflik lainnya antara gajah dan manusia. Berdasarkan penelitian, gajah takut dengan koloni lebah.

Didik B Purwanto Wakil Sekretaris Jendral Asosiasi Perlebahan Indonesia yang juga menjadi pengajar dalam kegiatan itu mengungkapkan bahwa budi daya lebah sebagai pagar alami untuk gajah ini adalah inovasi yang akan terus dikembangkan di Indonesia.

“Budi dayalebah madu juga akan membuat masyarakat melakukan penghijauan sekaligus menyediakan pakan bagi lebah madu. Penanaman pakan atau tumbuhan bagi lebah madu juga dimaksudkan sebagai uji coba batas alam areal Gajah Sumatera,” ungkap Didik.

Melalui pelatihan tersebut warga diharapkan mampu membudidayakan lebah madu dari jenis Apiscerana yang memiliki sengat dan dikenal sebagai lebah yang relatif mudah untuk dibudidayakan. Selain produktif menghasilkan madu, lebah ini juga dapat dipanen produk lainnya, antara lain lilin yang banyak dibutuhkan oleh perajin batik.

Selain itu, warga juga dilatih untuk membudidayakan Lebah Kelulut (meliponinae). Lebah Kelulut adalah jenis lebah yang memiliki ukuran relatif lebih kecil dari lebah pada umumnya dan tidak memiliki sengat (stingless bees). Madu Kelulut saat ini digemari karena kemudahan pemeliharaan, harga jual madu yang atraktif, menghasilkan propolis yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia sehingga berpotensi meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga serta kesehatan lingkungan hidup.

Dengan kesejahteraan yang meningkat, diharapkan warga tidak lagi melakukan perambahan hutan. Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan kawasan hutan produksi secara lestari adalah laju perambahan. Sebagai perusahaan Hutan tanaman industri di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, RLU sudah merespon situasi itu dengan berpedoman pada Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Pedoman Pemetaan Potensi dan Resolusi Konflik.  

Tidak hanya budi daya lebah madu, untuk meningkatkan kesejahteraan warga RLU juga melakukan transfer teknologi budi daya pertanian. Salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat Desa Kuamang. Pascapembinaan oleh perusahaan, kini warga desa kesejahteraannya lebih meningkat berkat budi daya tanaman pangan dan sayuran.

Terkait pelestarian lingkungan dan satwa, RLU juga mendedikasikan untuk kawasan konservasi termasuk mendirikan WCA. Perseroan juga memiliki tim konservasi khusus termasuk Ranger yang bertugas melakukan perlindungan kawasan, monitoring flora dan fauna, penanaman pada area yang rusak dan edukasi kepada masyarakat. (RO/A-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More