Kamis 13 Februari 2020, 18:43 WIB

Warga Banjarnegara Diimbau Waspada Bencana Hidrometeorologi

Retno Hemawati | Nusantara
Warga Banjarnegara Diimbau Waspada Bencana Hidrometeorologi

ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
ilustrasi : Relawan melintasi tanggul darurat yang dipasang di lokasi longsor tanggul irigasi di Kelurahan Parakancanggah, Banjarnegara.

 

PEMERINTAH Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengimbau kepada seluruh warga di wilayah setempat untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi selama puncak musim hujan.

"Pemkab Banjarnegara kembali mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan bencana hidrometeorologi selama puncak musim hujan," kata Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Arief Rahman di Banjarnegara, Kamis.

Dia menjelaskan bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh fluktuasi keberadaan air termasuk tingginya curah hujan. Bencana hidrometeorologi meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang dan lain sebagainya yang biasanya dipengaruhi oleh perubahan musim.

Dia juga mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG, sebagian wilayah di Kabupaten Banjarnegara berpeluang hujan dengan intensitas tinggi hingga beberapa hari ke depan. Menurut dia, peningkatan intensitas hujan akan turut meningkatkan potensi gerakan tanah di wilayah setempat. 

Karena itu, kata dia, dibutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan oleh seluruh instansi terkait termasuk juga seluruh masyarakat yang ada di Banjarnegara. "Terutama mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana longsor atau yang bertempat tinggal di atas bukit atau tebing," katanya.

Dia terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang mempunyai karakteristik kerentanan gerakan tanah. 

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie mengatakan sebagian wilayah di Kabupaten Banjarnegara berpeluang hujan kriteria menengah hingga tinggi pada dasarian kedua bulan Februari.

Dia menyebutkan peluang hujan kriteria menengah hingga tinggi diprakirakan terdapat di wilayah Banjarnegara bagian Timur. "Antara lain di Kecamatan Batur, Pejawaran, Pagentan, Madukara dan lain sebagainya," katanya. (Ant/OL-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More