Kamis 13 Februari 2020, 18:34 WIB

Kelebihan Kapasitas, Rutan Makassar Perketat Pengawasan

Lina Herlina | Nusantara
Kelebihan Kapasitas, Rutan Makassar Perketat Pengawasan

Ilustrasi
Lapas.

 

KEPALA Rutan Kelas 1 Makassar, Sulistyadi, mengungkapkan penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Makassar, Sulawesi Selatan, saat ini, mencapai angka 2.450 tahanan. Jumlah tersebut jauh melebihi kapasitas penampungan tahanan di Rutan Makassar, yang batas maksimalnya mencapai seribu orang. 

"Ya, sekarang kondisi kita telah melebihi batas atau kelebihan kapasitas," ungkap Sulistyadi, Kamis (13/2).

Baca juga: Sedari Awal Tidak Ada Kebijakan Pemusnahan Babi di Sumut

Jumlah tersebut, kata Sulistyadi, tidak sebanding dengan jumlah sipir atau petugas rutan yang hanya 176 orang. "Angka petugas rutan itu juga tercatat dalam sistem database pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, khusus untuk Makassar," katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap memperketat pengawasan aktivitas seluruh warga binaan. Hal itu dilakukan, sebagai mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti yang terjadi di Rutan Kelas II B Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara.

"Kami rutin lakukan pengawasan. Kami di sini masuk dari blok ke blok untuk mendengarkan apa yang menjadi keluhan napi, agar suasana rutan tetap kondusif. Kami berkomitmen untuk semaksimal mungkin membuat pelayanan terbaik untuk napi karena yang namanya pelayanan, pasti ada saja yang puas dan tidak, jadi kita berusaha untuk sempurna," sambung Sulistyadi.

Baca juga: Guru yang Denda Siswa Nonton Cap Go Meh di Singkawang Minta Maaf

Ia juga menyebutkan, jika seluruh napi di Rutan Makassar, sering dibekali dengan pendidikan agama tambahan, untuk memperbaiki nilai-nilai moral, dan meningkatkan kesadaran dalam beribadah.

"Dalam hal itu, Rutan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Agama Wilayah Sulsel, untuk memfasilitasi pemberian pendidikan keagamaan penghuni rutan, baik itu pengajian maupun ceramah-ceramah agama," tutup Sulistyadi. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More