Kamis 13 Februari 2020, 18:22 WIB

40 Ribu Wisatawan Batal ke Bali

Ruta Suryana | Nusantara
40 Ribu Wisatawan Batal ke Bali

ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Pertunjukan kesenian Bali

 

KETUA Bali Tourism Board (BTB) GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) Bali, IB Agung Partha Adnyana mengatakan masalah virus korona telah berdampak signifikan terhadap pariwisata Bali. Sampai saat ini terjadi 40 ribu pembatalan kunjungan wisatawan yang menyebabkan kerugian hingga Rp 1 triliun.

Atas kondisi tersebut, pihaknya menempuh berbagai upaya agar pariwisata terus berputar. "Yang patut disyukuri, sejumlah agenda yang diikuti peserta dari berbagai negara akan dilakukan di Bali dalam waktu dekat. Saya optimistis kondisi akan segera pulih jika virus dapat dikendalikan. Dalam situasi ini, pelaku pariwisata jangan banting harga agar kualitas
pariwisata Bali tetap tejaga," paparnya pada acara seminar yang mengusung tema 'Strategi Menyikapi Imbas Virus Corona dan Peran Strategis Pemerintah serta Stakeholder Pariwisata Daerah dalam Memajukan Pariwisata Bali' di Graha Tirta Gangga Kantor Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Bali, Kamis (13/2).

Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Wishnutama Kusubandio mengatakan kerugian yang ditimbulkan akibat virus korona ini belum bisa dihitung secara pasti. Pihaknya juga mengapresiasi kegiatan yang digagas BTB Bali yang diharapkan dapat memberi masukan yang lebih komprehesif dalam menyikapi dampak virus korona bagi sektor pariwisata.

Pemerintah, katanya, merancang rencana induk pembangunan pariwisata nasional yang memunyai tugas lebih detail spesifik. Dia berharap rencana ini segera terwujud agar semua yang terlibat dapat melihat kemana arah pengembangan pariwisata.

Sebelumnya, Wagub Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati sektor pariwisata merupakan lokomotif perekonomian Bali yang menyumbang 70 persen PDRB Daerah Bali. Sehingga, gangguan pada sektor ini berdampak pada mata rantai perekonomian Bali. (OL-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More