Kamis 13 Februari 2020, 17:13 WIB

Di Toraja Utara, La Nyalla Tampung Soal Sengketa Tanah Fasum

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Di Toraja Utara, La Nyalla Tampung Soal Sengketa Tanah Fasum

Istimewa
Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembo memberikan gelar tamu kehormatan pada La Nyalla dengan memakaikan selempang dan topi khas Toraja Utara.

 

KABUPATEN Toraja Utara menjadi tempat kunjungan kerja hari terakhir Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dengan menempuh jalan darat selama hampir 2 jam dari Kota Palopo, La Nyalla beserta rombongan langsung menggelar rapat kerja (raker) dengan Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, di  Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Rabu malam (12/2).

Raker yang digelar di Hall Petemuan Hotel Toraja Misiliana itu, selain dihadiri empat Senator DPD RI yakni Lily Amelia Salurapa (Dapil Sulawesi Selatan), Hasan Basri (Kalimantan Utara), Ajbar (Sulawesi Barat), dan Alexander Fransiscus (Bangka Belitung).

Pertemuan tersebut juga dihadiri jajaran Forkompinda Toraja Utara, sejumlah organisasi masyarakat, dan organisasi kepemudaan seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KONI), Pemuda Pancasila, Kelompok Cipayung, serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Toraja Utara.

Dalam sesi dialog, perwakilan dari unsur KONI dan KNPI, Torut, mengadu ke La Nyalla perihal tanah yang selama ini dijadikan fasilitas umum (fasum) berupa sekolah, sarana olahraga, serta Puskesmas yang sepertinya bakal tergusur, menyusul kekalahan Pemkab Toraja Utara di pengadilan dalam perkara sengketa tanah tersebut.

“Kami sangat memohon agar DPD RI membela kami, karena fasum tersebut kami gunakan untuk kepentingan warga dan pemuda di Toraja Utara,” ungkap wakil dari KONI.

Menanggapi hal tersebut, La Nyalla menyatakan DPD RI sebagai lembaga legislatif tentu tidak bisa intervensi kepada lembaga yudikatif.

Namun, dia berjanji akan mempelajari persoalannya, dan menyampaikan kepada pemerintah pusat, agar ada solusi atas kemungkinan tergusurnya fasum tersebut.

“Kami memang wakil daerah yang bertugas memperjuangkan kepentingan daerah di pusat. Nanti akan kami pelajari dan coba cari solusinya. Tetapi kalau intervensi putusan pengadilan, itu tidak mungkin,” jawab La Nyalla.

Sementara Wakil Ketua DPRD Toraja Utara Semuel T. Lande, menyampaikan masih adanya kecamatan di Toraja Utara yang belum memiliki sekolah menengah atas negeri (SMA). Sementara itu, pemerintah pusat sudah memberlakukan sistem zonasi.

Samuel mengatakan dengan tidak memiliki SMAN, daya tampung SMU terdekat tidak memadai untuk menampung para siswa lulusan SMP dari kecamatan tersebut.

“Kami mohon ini menjadi perhatian. Karena SMU menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” ungkapnya.  

Menanggapi hal tersebut La Nyalla mengakui sistem zonasi menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Apalagi sistem tersebut lebih cocok diimplementasikan di kota besar untuk menghindari adanya dominasi sekolah favorit.

Hal senada dengan La Nyalla, Senator Ajbar menyatakan memang seharusnya keberadaan sekolah di suatu lokasi atau wilayah harus lengkap. “Di mana ada SD, di situ ada SMP dan SMU. Temuan ini akan menjadi catatan kami,” tutur Ajbar.

Sementara itu, Wakil Ketua Komite II DPD RI Hasan Basri berjanji akan mencatat semua permasalahan yang terlontar dalam dialog yang berlangsung hampir dua jam tersebut.

“Apalagi kalau Ketua DPD RI sudah memerintahkan, pasti akan kami tindaklanjuti. Tentu di Komite terkait, juga akan ditindaklanjuti sebagai bahan atensi. Dan Pak Ketua juga pasti melakukan tindaklanjut dengan melaporkan langsung kepada Presiden Joko Widodo atas semua temuan di daerah, seperti yang kemarin sudah dilakukan saat kunker ke sebagian provinsi di Sumatera,” paparnya.

Sebelumnya, Bupati Kalatiku, menyatakan bahwa Toraja Utara akan memfokuskan untuk memperkuat keunggulan pariwisata dan hasil perkebunan kopi Toraja, sebagai satu-satunya kopi yang belum mengalami rekayasa genetik.

Bahkan peneliti dari ITB menyebut bahwa kopi Toraja sebagai kopi purba. "Hanya saja, untuk pariwisata, masih memerlukan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung destinasi pariwisata di Toraja Utara," papar Bupati Toraja Utara .

“Kami punya 17 destinasi wisata yang sudah eksisting, menyusul yang sedang disiapkan sebanyak 387 obyek. Hanya saja memerlukan dukungan infrastruktur dan akses transportasi penerbangan. Hal ini yang kami mohon untuk dibantu," ucap Kalatiku.

"Sehingga target kami, di akhir tahun 2020, saat liburan natal dan tahun baru, kami bisa menjaring wisatawan asing lebih banyak lagi,” tukas Kalatiku seraya menunjukkan sederet prestasi yang dicapai Toraja Utara, termasuk pertumbuhan ekonomi yang mencapai 8,2%.

Sebagai bentuk penghormatan atas kunjungan Ketua DPD RI ke Toraja Utara, Bupati Kalatiku memberikan gelar tamu kehormatan kepada La Nyalla dengan memakaikan selempang dan topi khas Toraja Utara.

“Terus terang kami bangga dan berterima kasih. Karena sejak Kabupaten Toraja Utara ada, baru kali ini kedatangan tamu pimpinan lembaga tinggi negara,” kata Kalatiku disambut aplaus hadirin. (OL-09)
 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Kemendagri Gelar Lomba Inovasi New Normal Life

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 02 Juni 2020, 06:55 WIB
Ada tujuh sektor dan kriteria dalam...
MI/PIUS ERLANGGA

KPU Kebut Regulasi Pilkada 2020

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 02 Juni 2020, 06:40 WIB
KPU tengah membuat peraturan KPU (PKPU) yang sesuai dengan protokol kesehatan...
Dok. Metro TV

Langkah Hukum bagi Penebar Fitnah di Medsos

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Selasa 02 Juni 2020, 06:25 WIB
DUA akun media sosial yang menyebarkan video syur Syahrini kini berhadapan dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya