Kamis 13 Februari 2020, 16:00 WIB

Pasangan yang Optimistik Buat Anda Lebih Sehat

Melalusa Susthira K. | Weekend
Pasangan yang Optimistik Buat Anda Lebih Sehat

Unsplash/ Franciele Cunha
Pasangan yang optimistik mampu mencegah faktor risiko yang menyebabkan penyakit Alzheimer, demensia, dan penurunan kognitif lainnya.

'PASANGAN yang bahagia, hidup yang bahagia', agaknya kalimat tersebut hanya terdengar bak ungkapan belaka. Namun, baru-baru ini penelitian yang dilakukan oleh Michigan State University menemukan bahwa mereka yang optimis berpengaruh terhadap kesehatan pasangan mereka.

Memiliki pasangan yang optimistik disebut mampu mencegah faktor risiko yang menyebabkan penyakit Alzheimer, demensia, dan penurunan kognitif lainnya, seiring keduanya menua bersama.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality itu dilakukan dengan mengamati hampir 4.500 pasangan heteroseksual dari Health and Retirement Study selama delapan tahun.

Hasilnya, para peneliti menemukan adanya hubungan potensial antara menikah dengan orang yang optimistik dan mencegah munculnya penurunan kognitif, dan hal itu berkat lingkungan rumah yang lebih sehat.

Asisten profesor psikologi yang juga terlibat dalam penelitian, William Chopik, menuturkan mereka yang optimis dapat mendorong pasangannya makan-makanan sehat atau berolahraga bersama. Selain itu mereka mungkin mengingatkan pasangannya untuk minum obat dan hal positif lainnya guna mengembangkan gaya hidup yang lebih sehat.

"Kita menghabiskan banyak waktu dengan pasangan kita," terang William dilansir Medicalexpress.com, Selasa (11/2).

"Ketika pasangan Anda optimistik dan sehat, itu dapat menerjemahkan hasil serupa dalam hidup Anda sendiri. Anda benar-benar mengalami masa depan yang lebih cerah dengan umur lebih panjang dan mencegah penyakit kognitif," sambungnya.

William mengatakan ada beberapa bukti penelitian yang menunjukkan bahwa optimisme adalah suatu kualitas yang dapat dilatih. Sejauh, sambung William, orang tersebut bertekad untuk berubah dan mempraktikkannya dalam hal-hal konkrit. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More