Kamis 13 Februari 2020, 13:44 WIB

DKI Uji Coba Robot Damkar

Yanti Nainggolan | Megapolitan
DKI Uji Coba Robot Damkar

MI/PIUS ERLANGGA
Petugas beraktivitas di dekat robot damkar LUF 60 saat didemontrasikan di Kantor Dinas PKP DKI Jakarta, Duri Pulo.

 

DINAS Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) DKI Jakarta menguji coba dua unit robot pemadam kebakaran pada Kamis (13/2). Kedua robot tersebut dibeli dengan total harga Rp40 miliar.

Kedua robot tersebut adalah robot pengurai material kebakaran MVF5-U3 dari Kroasia dan robot penghisap asap ukuran kecil LUF60 dari Austria.

"Anggaran pengurai sekitar Rp32 miliar, kemudian LUF60 sekitar Rp8 miliar," ujar Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Satriadi Gunawan di Kantor Dinas PKP DKI Jakarta, Kamis (13/2).

Satriadi menjelaskan harga tersebut tinggi karena robot tersebut bergaransi 5 tahun. Harga tersebut sudah termasuk sparepart cadangan yang saat ini berada di area Ciracas.

"Cadangan ini digunakan apabila ada masalah," imbuh dia.

Baca juga: Revitalisasi TIM Disebut Genosida Kebudayaan

Menurut dia, sarana prasarana di Jakarta mulai meningkat, terutama karena ada moda transportasi MRT dan LRT, sehingga diperlukan alat yang mumpuni untuk mengatasi bahaya kebakaran lebih efektif.

Selain bisa menjangkau lokasi kebakaran lebih cepat, kedua robot tersebut juga meningkatkan keselamatan petugas. Pasalnya, pengontrolan robot menggunakan remote dengan radius kontrol 500 meter hingga 1 kilometer.

Sementara itu, robot menggunakan baterai dengan daya tahan 6 jam.

"Jadi minimal risiko bagi petugas saat penanganan operasional untuk nyawa mereka," tambah dia.

Satriadi juga mengungkapkan sebanyak 12 petugas damkar sudah dilatih oleh pihak Kroasia untuk memelihara dan mengendalikan kedua robot tersebut. Empat petugas sudah berlisensi internasional untuk memegang remote control. (OL-1)

VIDEO TERKAIT:

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More