Kamis 13 Februari 2020, 11:20 WIB

Kementan Turun Langsung Kendalikan Hama Ulat Grayak Jagung di NTT

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Turun Langsung Kendalikan Hama Ulat Grayak Jagung di NTT

DOK KEMENTAN
Kementan turun langsung mengatasi hama ulat grayak frugiferda (UGF) di NTT.

 

Merespons kejadian serangan ulat grayak frugiperda (UGF) yang cepat dan meluas, Pemerintah melakukan beberapa langkah antisipasi untuk mengendalikannya. Hama UGF yang dikenal dengan nama ilmiah (Spodoptera frugiperda J.E. Smith) dan berasal dari benua Amerika ini dilaporkan menyerang pertanaman jagung di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyebaran hama yang cepat telah menimbulkan serangan cukup luas pada pertanaman jagung di Provinsi NTT.

“Serangan hama UGF pada tanaman jagung di wilayah kami. Khususnya di Kabupaten Flores Timur ini, cukup cepat kejadiannya. Dalam waktu singkat serangan hama ini sudah meluas. Sehingga kita nyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Untuk menangani hama ini harus segera dilakukan tindakan-tindakan pengendalian yang cepat dan tepat,” disampaikan oleh Yohanes, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT.

Langkah cepatnya, mereka melaporkan kejadian serangan hama UGF di wilayahnya ini dan berkoordinasi lebih lanjut bersama Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian untuk menangani serangan hama UGF ini. “Saya telah meminta kepada semua stake holder untuk bahu membahu bergerak bersama mengendalikan dan mengatasi serangan hama ini, apalagi Bupati Flores Timur Bapak Anton H Gege Hadjon telah mengintruksikan semua stake holder untuk terlibat dalam upaya penanggulangannya karena ini merupakan kejadian luar biasa (KLB),” ujarnya.

Selanjutnya kami lakukan monitoring dan Bimtek Pengendaliannya secara bersama-sama di Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur dilanjutkan gerakan pengendalian (Gerdal hama UGF). “Tujuannya mengenalkan hama ini ke petani dan masyarakat luas berikut cara-cara pengendaliannya, biar mereka bisa mengendalikan sendiri jika sudah tau ciri-ciri dan gejalanya,” tambah Yohanes.

Kegiatan Bimtek dihadiri Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, BPTPH Provinsi NTT, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur, Penyuluh pertanian, Petugas pengendali hama/POPT, Camat Ile Boleng, Komandan Rayon Militer Ile Boleng, Kepala Desa Niha One, Kepala Adat, Tokoh masyarakat, petani, keluarga petani, dan pelajar Sekolah Dasar di Desa Niha One.

Dihubungi terpisah di Jakarta, Kepala Seksi Pengendalian Hama Terpadu OPT Serealia, Edi Eko Sasmito menyatakan bahwa Kementerian Pertanian akan mengawal penuh penanganan serangan hama UGF jagung ini. Upaya-upaya pengendalian hama tersebut dilakukan di semua lokasi pertanaman jagung di Tanah Air.

“Untuk mengantisipasi serangan hama UGF jagung ini kami minta seluruh rekan-rekan POPT untuk aktif melakukan pengamatan OPT di pertanaman jagung wilayah kerjanya masing-masing. Dan apabila ditemukan serangan hama, agar dengan cepat melaporkannya. Kita akan bersama-sama melakukan pengendaliannya secara terpadu,” saran Edi.

Lebih lanjut disampaikan olehnya bahwa kunci keberhasilan penanganan hama UGF itu dengan menerapkan 4 (empat) prinsip dasar pengendalian hama terpadu (PHT). Yaitu, 1) Praktek budidaya tanaman sehat, 2) Monitoring OPT (hama dan penyakit) secara rutin, 3) Pemberdayaan musuh alami hama, dan 4) Membimbing petani menjadi ahli PHT.

Dengan demikian kegiatan Bimtek pengendalian UGF jagung yang dilaksanakan di NTT ini merupakan implementasi pemasyarakatan prinsip-prinsip dasar PHT.

“Sebagai upaya tanggap darurat terjadinya serangan hama UGF di NTT, Kementerian Pertanian bersama stakeholder setempat telah melakukan Bimtek pengendalian hama UGF dan melakukan gerakan pengendalian/Gerdal hama UGF. Gerakan pengendalian dilakukan secara mekanik dengan mengumpulkan/mematikan larva hama UGF dan Gerdal secara kimia dengan melakukan aplikasi semprot insektisida cadangan nasional yang tersedia di BPTPH setempat, insektisida tersebut berbahan aktif Deltametrin 25 g (Decis),” tambah Edi lagi.

“Lebih lanjut ke depan kami akan terus meningkatkan Bimtek-bimtek pengendalian OPT untuk menguatkan penerapan PHT di kalangan petani jagung di NTT ini  sebagai cara mengamankan produksi jagung dari serangan OPT (hama dan penyakit),  disamping itu kami juga berkomitmen untuk menyediakan bahan pengendali hama pada saat terjadi eksplosi serangan. Saat ini kita sudah menyiapkan pengadaan insektisida khusus untuk mengendalikan hama UGF pada jagung, salah satunya insektisida berbahan aktif emamektin benzoat,” lanjut Edi.

Gerak cepat para pemangku kepentingan usaha tani jagung di Provinsi NTT dan jajaran Kementerian Pertanian ini selaras dengan pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa seluruh jajaran Kementerian Pertanian dari pusat sampai daerah bersama dengan instansi terkait dan masyarakat harus bahu membahu bekerja keras, cerdas, ikhlas dan tuntas untuk mengatasi berbagai gangguan yang mengancam produksi pangan, termasuk didalamnya mengatasi gangguan serangan hama UGF yang mengancam produksi jagung nasional. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara/Syifa Yulinnas

Gasifikasi Batu Bara Disebut Mampu Menghemat Devisa Negara

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 18:44 WIB
Perseroan berkomitmen untuk mengembangkan hilirisasi batu bara antara lain dengan rencana pembangunan pabrik pemrosesan batu bara menjadi...
Dok. Astra Property

Astra Property Gelar Serial Edukasi Properti di HUT ke-4

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 18:41 WIB
Serial diskusi yang berlangsung pada 27-28 Oktober dan 2-3 November itu akan mengedukasi masyarakat terkait pasar properti dan outlook...
Ist

Kemenparekraf BerharapĀ Garut Jadi Pelopor Pariwisata Berbasis CHSE

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 17:31 WIB
Kunci sukses pulihnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah dengan penerapan standar protokol kesehatan secara disiplin dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya