Kamis 13 Februari 2020, 11:15 WIB

Filipina Ingin Akhiri Kerja Sama Militer, Trump Cuek

Nur Aivanni | Internasional
Filipina Ingin Akhiri Kerja Sama Militer, Trump Cuek

AFP/JIM WATSON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengabaikan keputusan Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang ingin mengakhiri perjanjian militer dengan AS.

Sebelumnya,, Duterte, Selasa (11/2), mengumumkan penghentian Perjanjian Kunjungan Pasukan (VFA). Langkah tersebut pun dinilai Menteri Pertahanan AS Mark Esper sebagai langkah "yang patut disayangkan". Keputusan penghentian perjanjian tersebut akan berlaku dalam waktu 180 hari.

Saat ditanyakan apakah Trump akan mencoba membujuk Duterte untuk mempertimbangkan kembali keputusannya tersebut, Presiden AS itu menjawab, "Ya saya tidak pernah keberatan untuk jujur. Kami sangat membantu Filipina. Kami membantu mereka mengalahkan IS...Saya tidak begitu keberatan jika mereka ingin melakukan itu, itu akan menghemat banyak uang. Pandangan saya berbeda dari yang lain," katanya, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (13/2).

Baca juga: New Hampshire di Tangan Sanders

Trump mengatakan dia memiliki hubungan yang sangat baik dengan Duterte.

"Kita akan lihat apa yang terjadi," tambahnya.

Keputusan Duterte tersebut dipicu pencabutan visa AS yang dipegang mantan kepala polisi yang memimpin perang terhadap narkoba.

VFA penting bagi aliansi AS-Filipina secara keseluruhan dan menetapkan aturan untuk tentara AS yang beroperasi di Filipina. (Channel News Asia/OL-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More