Kamis 13 Februari 2020, 10:45 WIB

Pemerintah Dorong Pemberian Insentif untuk Maskapai Penerbangan

Hilda Julaika | Humaniora
Pemerintah Dorong Pemberian Insentif untuk Maskapai Penerbangan

ANTARA/Muhammad Iqbal
Sejumlah pesawat melakukan aktivitas di Bandara Soekarno-Hatta

 

PEMERINTAH mendorong seluruh stakeholder terkait untuk memberikan insentif kepada maskapai penerbangan sebagai tindak lanjut dampak penyebaran virus korona (COVID-19).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan pemberian insentif diperuntukan bagi seluruh maskapai yang beroperasi di Indonesia dan operator bandara AP I dan II.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan wacana pemberian insentif ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo terkait dampak ekonomi dari virus korona.

Presiden Jokowi mendorong pemberian insentif, kemudahan, dan tarif-tarif yang lebih murah untuk tiga destinasi yang banyak dituju masyarakat Tiongkok yakni Bali, Manado, dan Kepulauan Riau.

Baca juga: Akibat Korona, Maskapai Berpotensi Kehilangan 2,7 Juta Penumpang

Jokowi pun menganjurkan hotel memberikan tarif-tarif yang lebih baik, serta membuat kegiatan-kegiatan di tempat tujuan destinasi supaya daerah-daerah itu tetap ramai.

“Kita memang belum bisa memastikan kerugiannya sendiri, yang punya masalah itu rata-rata adalah yang berhubungan dengan mainland Tiongkok dan Singapura. Yang lainnya sebenarnya relatif masih baik. Tetapi karena penerbangan ini juga ada sebagian ke Tiongkok kira-kira 30%, jadi berkurang rata-rata 30%,” sebutnya melalui keterangan yang Media Indonesia terima, Kamis (13/2).

Untuk menutupi potensial lost tersebut, pihaknya telah melakukan diskusi dengan maskapai. Termasuk dengan memikirkan peluang-peluang apa yang mungkin dilakukan. Salah satunya melalui pembukaan rute penerbangan baru oleh maskapai penerbangan Indonesia.

“Untuk opportunity, yang paling masif itu di Asia Barat seperti India, Pakistan, Bangladesh. Karena memang beberapa saat sebelum kejadian ini, para duta besar itu bertemu saya untuk dapat connecting flight. Oleh karenanya saya minta kepada Garuda, Batik, Lion, Air Asia untuk mencari konektivitas ke Asia Barat, paling lambat Mei ini untuk buka rute baru, karena perencanaan itu tidak bisa langsung seketika,” urainya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan insentif ini adalah untuk semua.

Menurutnya, dalam menyikapi hal itu, harus dipikirkan secara komprehensif supaya dapat bertahan dalam tantangan menghadapi virus korona ini, bukan hanya maskapai, tapi juga hotel dan sebagainya.

"Saya pikir ini adalah usaha kita untuk bagaimana dapat menghadapi tantangan virus korona ini, tidak mudah tetapi kita harus lakukan yang terbaik. Untuk kerugian ini masih berjalan, kita tidak tahu karena virus korona belum berhenti. Sebagai gambaran dalam setahun Tiongkok menyumbang 2 juta wisatawan dengan total devisa US$2,8 miliar,” ungkapnya kepada awak media. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More