Kamis 13 Februari 2020, 06:30 WIB

Dinas Sebut Pohon yang Ditebang di Monas Bisa Jadi Furniture

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Dinas Sebut Pohon yang Ditebang di Monas Bisa Jadi Furniture

MI/PIUS ERLANGGA
Plaza Selatan Monas yang terlihat gundul. Sebanyak 191 pohon ditebang oleh Pemprov DKI Jakarta.

 

KEPALA Dinas Cipta Karya, Pertanahan, dan Tata Ruang (Citata) Provinsi DKI Jakarta Heru Hermawanto menyebut biasanya sisa pohon yang ditebang dijadikan alat furniture.

Ia mengatakan sisa pohon yang ditebang itu menjadi aset Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monumen Nasional (Monas).

"Biasanya (sisa pohon) disimpan atau dimanfaatin untuk membuat bangku atau furniture. Itu kan pohon milik UPK Monas," kata Heru di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (13/2).

Demi proyek revitalisasi Monas, berbagai jenis pohon besar seperti trembesi, mahoni, hingga tabebuya ditebang. Padahal, dua jenis pohon yang disebutkan di awal, memiliki nilai yang sangat tinggi di pasaran.

Baca juga: Pemprov Akui DED Monas belum Rampung

Misalnya, harga kayu mahoni dijual Rp2,5 juta per meter kubik untuk kaso. Adapun untuk kayu batangan dijual Rp400 ribu per meter tergantung diameternya.

Kayu trembesi beda lagi harganya. Kayu itu dijual lebih mahal daripada mahoni. Kisaran harga untuk kayu berdiameter 40 cm dijual Rp1,5 juta hingga Rp1,9 juta per meter. Lalu kayu trembesi berdiameter 70 cm ditawarkan Rp3,8 juta per meter.

Namun, Heri berkilah tidak mengetahui akan diapakan sisa pohon yang ditebang akibat revitalisasi Monas itu.

"Saya enggak mengerti (kalau sisa pohon dijual lagi), karena itu kembali kepada pemilik asetnya kan. Kami kan sebagai pelaksana di sini (revitalisasi Monas). Intinya barang itu (sisa pohon) dititipkan kemarin, disimpan," kata Heru.

Heru mengklaim pihaknya sudah menanam kembali pohon-pohon dengan ukuran besar di Monas.

Seperti diketahui, bagian selatan Monas sempat gundul lantaran 191 pohon ditebang dan 85 pohon berukuran kecil dipindahkan dari lokasi itu demi proyek revitalisasi Monas.

"Sudah ditanam lagi itu. Ada Pohon Mahoni, Trembesi, Munggur. Itu sesuai rekomendasi," tandas Heru. (OL-1)

Baca Juga

Dok MI

Gelar Pemilihan Wagub, DPRD DKI Kirim Surat ke Polda Metro Jaya

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 01 April 2020, 11:42 WIB
Kapolri Jenderal Idham Aziz sebelumnya telah mengeluarkan Maklumat Kapolri untuk meniadakan kerumunan...
MI

Panlih Batasi Jumlah Peserta Saat Presentasi Cawagub DKI

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 01 April 2020, 11:05 WIB
Panitia Pemilihan wakil gubernur DPRD DKI Jakarta membatasi peserta yang hadir dalam agenda sesi penyampaian visi misi calon wakil gubernur...
Dok. Pasar Jaya

Belanja Kebutuhan Dapur lewat Daring

👤SURYANI WANDARI PUTRI 🕔Rabu 01 April 2020, 10:40 WIB
PERUMDA Pasar Jaya membuka layanan daring untuk transaksi jual beli kebutuhan pangan. Layanan daring ini melalui pesan singkat di aplikasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya