Rabu 12 Februari 2020, 22:00 WIB

PSI Nilai Naturalisasi Sungai di Karet tidak Jelas

(Ssr/J-2) | Megapolitan
PSI Nilai Naturalisasi Sungai di Karet tidak Jelas

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pd/18.
Warga menyaksikan alat berat mengeruk endapan lumpur sungai Ciliwung, di Kanal Banjir Barat (KBB), Tanah Abang

 

WAKIL Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian, menilai konsep pengerjaan naturalisasi sungai di Jakarta hingga kini tidak jelas. Padahal anggarannya relatif besar. Di dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2019, tertulis 'Pembangunan prasarana kali/sungai dan kelengkapannya Kanal Banjir Barat Segmen Karet sampai Sudirman dengan nilai pagu anggaran Rp12,7 miliar," kata Justin ketika meninjau lokasi naturalisasi Kanal Banjir Barat di segmen Shangrilla-Karet, Jakarta, kemarin.

Semestinya, imbuh Justin, anggaran-anggaran dikeluarkan untuk output-input yang jelas termasuk manfaatnya. "Naturalisasi dari awal digaungkan juga dalam rangka pengendalian banjir, tapi sepenuhnya enggak efektif untuk pengendalian banjir. Tempat ini lebih cocok jadi arena selfi, bukan pelebaran atau normalisasi sungai," tutur Justin.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, menurutnya, kerap melakukan pengerjaan atau mengeluarkan program tanpa ada kajian yang jelas terlebih dahulu.

"Tidak hanya program naturalisasi, tapi juga program revitalisasi dan pelebaran trotoar. Contohnya trotoar, saya tanya, apakah ada kajian lalu lintasnya, ternyata belum ada," kritik Justin.

Ketika meninjau lokasi, Justin mengaku bingung dengan konsep naturalisasi sebab faktanya sungai tidak diperlebar dan tidak ada penanaman pohon atau pembuatan taman seperti yang diklaim Pemprov DKI. Menurut Justin, area yang dinaturalisasi lebih tepat untuk tempat selfie karena tidak ada penambahan debit air yang lewat.

"Saya agak khawatir kita membelanjakan anggaran APBD DKI ini dengan jumlah signifikan tanpa kajian tentang input dan output-nya apa. Jadi kepastian itunya yang menurut saya, harus jadi pertimbangan juga karena ini kan uang pajak masyarakat," tutup Justin. (Ssr/J-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More