Kamis 13 Februari 2020, 07:35 WIB

Menengok Pengepul Sinar Matahari di Bumi Seribu Masjid

Raja Suhud | Ekonomi
Menengok Pengepul Sinar Matahari di Bumi Seribu Masjid

MI/Raja Suhud
Lokasi PLTS Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat

 

Posisi Indonesia yang terletak di daerah katulistiwa membuat  Indonesia mempunyai sumber energi surya yang berlimpah. Berlimpahnya sinar matahari itu membuka peluang untuk dimanfaatkan guna menghasilkan  listrik.

Selain murah, pemanfaatan energi matahari menjadi listrik sejalan dengan konsep green energy yang sedang dikembangkan di banyak tempat.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memanfaatkan potensi energi hijau dan murah ini dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Nusa Tenggara Barat.

Pada 2011, pembangkit tenaga matahari ini mulai beroperasi di Gili Trawangan. Tidak besar kapasitasnya, baru 200 KWp. Secara bertahap kapasitasnya ditambah sehingga mencapai 400 KWp.  Daya sebesar itu mampu melistriki 300-400 pelanggan rumah tangga.

Dari catatan yang ada pada petugas PLTS Gili Trawangan, terlihat bahwa daya serap tertinggi dari matahari untuk menghasilkan listrik terjadi pada pukul 13.00 hingga 15.00. PLTS secara efektif beroperasi dari pukul 07.00 hingga 18.00 atau hingga matahari terbenam.

Secara keseluruhan,  PLN kini mengoperasikan 4 PLTS di Bumi Seribu Masjid ini.  PLTS Sambelia, Pringgabaya, Selong dan Sengkol adalah pembangkit yang memiliki daya lebih besar yakni mencapai 5 MW. Kehadiran 4 pembangkit ini menambah pasokan bagi kelistrikan di wilayah NTB yang pada akhir 2019 lalu berjumlah 294,5 MW.

Pilihan PLN untuk mengembangkan PLTS membawa keuntungan tersendiri.  Biaya Pokok Penyediaan (BPP) di daerah itu turun sekitar Rp 7/kWh.

Senior Manager Perencanaan PLN Unit Induk Wilayah NTB Arsyadani Ghana Akmalaputri mengatakan terjadi penurunan biaya bahan bakar secara keseluruhan sebesar 3,1%

"Kontribusi PLTS terhadap fuel mix naik menjadi 2.7% pada akhir 2019," ungkap Akmalaputri.

Ke depan, guna menurunkan BPP, PLN akan memanfaatkan bauran energi lainnya seperti gas dan air. Penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak diesel dan batubara akan semakin dikurangi.

Yang juga terus dilakukan PLN adalah menambah pasokan listrik dan menjaga keandalan jaringan listrik. Sehingga bila terjadi gangguan di salah satu pembangkit, pasokan dapat diperoleh dari pembangkit lainnya. (E-3)

Baca Juga

Antara/Syifa Yulinnas

Gasifikasi Batu Bara Disebut Mampu Menghemat Devisa Negara

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 18:44 WIB
Perseroan berkomitmen untuk mengembangkan hilirisasi batu bara antara lain dengan rencana pembangunan pabrik pemrosesan batu bara menjadi...
Dok. Astra Property

Astra Property Gelar Serial Edukasi Properti di HUT ke-4

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 18:41 WIB
Serial diskusi yang berlangsung pada 27-28 Oktober dan 2-3 November itu akan mengedukasi masyarakat terkait pasar properti dan outlook...
Ist

Kemenparekraf BerharapĀ Garut Jadi Pelopor Pariwisata Berbasis CHSE

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 17:31 WIB
Kunci sukses pulihnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah dengan penerapan standar protokol kesehatan secara disiplin dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya