Rabu 12 Februari 2020, 19:53 WIB

Akibat Korona, Maskapai Berpotensi Kehilangan 2,7 Juta Penumpang

Indriyani Astuti | Humaniora
Akibat Korona, Maskapai Berpotensi Kehilangan 2,7 Juta Penumpang

MI/Muhammad Iqbal
Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Soekarno Hatta melakukan pemeriksaan suhu tubuh seorang penumpang asal Singapura.

 

KEBIJAKAN pemerintah memberlakukan penundaan perjalanan dari dan menuju Tiongkok akibat wabah virus Korona, berdampak pada penurunan penumpang maskapai penerbangan.  

Staf Ahli Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan potensi kapasitas kursi pesawat yang tidak terpenuhi akibat penundaan penerbangan mencapai 2,7 juta penumpang.

"Sampai Maret 2020, potensial kapasitas penumpang yang tidak terpenuhi akibat penundaan ini sebanyak 2,7 juta penumpang keluar masuk Indonesia," ucap Adita dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (12/2).

Sejak 5 Februari 2020, Kementerian Perhubungan resmi memberlakukan penundaaan sementara perjalanan dari dan menuju Tiongkok daratan, kecuali Hongkong, Taipei dan Makau. Menyusul kebijakan tersebut, lanjut Adita, semua maskapai domestik dan internasional melakukan penundaan tepat waktu.

Dampak dari penundaan sementara memengaruhi 26 rute penerbangan yang melayani penumpang dari dan menuju Tiongkok daratan. Adapun maskapai yang melayani rute tersebut, yaitu Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, Sriwijaya dan Lion Air.

Baca juga: WNI tidak Masuk dalam 27 WNA Terinfeksi Virus Korona di Tiongkok

Selain penurunan penumpang, kebijakan itu juga mempengaruhi tingkat okupansi sejumlah bandara di Indonesia. Guna mengantisipasi dampak tersebut, Kementerian Perhubungan mendorong maskapai nasional untuk bisa menciptakan permintaan (demand) penumpang selain dari dan ke Tiongkok. Misalnya ke negara-negara di Asia Barat, yaitu India, Nepal, Pakistan, Turki, maupun Australia.

"Karena porsi penumpang ke Tiongkok cukup besar, kita alihkan meskipun trafiknya belum setinggi Tiongkok," tutur Adita.

Kementerian Perhubungan juga meminta maskapai untuk mengambil pasar dari kunjungan wisatawan dalam negeri. Maskapai diimbau memberikan paket menarik pada wisatawan domestik. Hal itu direspons maskapai seperti Garuda Indonesia, yang memberikan potongan harga 30% untuk tiga tujuan penerbangan favorit turis asal Tiongkok, yaitu Manado, Bali dan Kepulauan Riau.

Mengenai penerbangan dari dan ke Singapura, yang sudah terkonfirmasi ditemukan kasus virus korona, Adita menuturkan tidak ada larangan dari pemerintah Indonesia. Penerbangan dengan tujuan Singapura masih normal. Meski demikian, pemerintah Indonesia tetap mengantisipasi dinamika penyebaran virus korona di Singapura. Arus penumpang Indonesia dari dan menuju Singapura mencapai 5,6 juta kapasitas kursi setiap tahun. Tercatat, ada 850 penerbangan dari Indonesia menuju Singapura setiap pekan.(OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More