Rabu 12 Februari 2020, 19:23 WIB

Kondisi WNI Positif Korona di Singapura Dilaporkan Membaik

Indriyani Astuti | Internasional
Kondisi WNI Positif Korona di Singapura Dilaporkan Membaik

MI/Adam Dwi
Duta Besar RI untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya (kiri), memegang buku RISING 50 saat peluncuran di Jakarta.

 

DUTA Besar Republik Indonesia untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya, menyatakan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang terkonfirmasi positif terkena virus Korona di Singapura dilaporkan dalam kondisi baik.

Swajaya mengungkapkan pemerintah Singapura melalui Kementerian Kesehatan rutin memberikan informasi terbaru kepada masyarakat. Termasuk, Kedutaan Besar RI di Singapura terkait perkembangan penanganan wabah Korona di negara tersebut.

"Kami selalu diberikan update reguler. WNI yang dinyatakan positif virus korona kondisinya stabil. Imbauan juga dilakukan kepada WNI, apabila tidak ada kebutuhan mendesak hindari tempat yang ramai," ujar Swajaya melalui konferensi video di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2).

Hingga Rabu (13/2) waktu setempat, KBRI Singapura melaporkan pemerintah Singapura sudah mengonfirmasi 47 kasus positif virus korona, termasuk satu WNI dari Indonesia. Dari jumlah itu, pasien yang dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit sebanyak 9 orang. Sedangkan 7 orang dirawat intensif di ICU dan sisanya dalam kondisi stabil.

Baca juga: Singapura Tetapkan Status Siaga Virus Korona

Pemerintah Singapura, lanjut dia, juga transparan dalam menginformasikan penanganan wabah virus Korona sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Warga negara asing, yakni para pekerja migran, yang sempat melakukan perjalanan dari Tiongkok diwajibkan libur dan mengikuti karantina selama 14 hari. Semua kebutuhan harian disuplai oleh pemerintah Singapura.

"Semua bahan makanan yang diperlukan disuplai oleh otoritas terkait. Mereka dikarantina di dormitori," imbuhnya.

KBRI Singapura mencatat jumlah WNI yang berada di Singapura diperkirakan 250 ribu. Di antaranya, 135 ribu tenaga kerja dari Indonesia dan 9 ribu pelajar. Adapun jumlah wisatawan dari Indonesia yang berkunjung ke Singapura mencapai 3 juta orang setiap tahun. Pasca pemerintah Singapura meningkatkan status kewaspadaan menjadi warna oranye terhadap wabah virus Korona, pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner dari dan keluar Singapura di bandara dan pelabuhan semakin ketat.

Selain itu, pemerintah Singapura juga mengimbau untuk menunda acara pertemuan guna mencegah potensi penularan. Untuk tempat yang banyak dikunjungi publik, termasuk perkantoran dan pelayanan publik, warga diimbau mempergunakan masker dan dipasang thermal scanner pendeteksi suhu tubuh.(OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More