Rabu 12 Februari 2020, 17:17 WIB

Fokuskan Fungsi BUMN Sebagai Lead Integrator

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Fokuskan Fungsi BUMN Sebagai Lead Integrator

ANTARA
Kapal selam Alugoro yang diproduksi PT PAL melakukan uji coba di Selat Bali terlihat dari Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (21/1/2020).

 

Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang teknologi transportasi, telekomunikasi dan industri meminta pemerintah memfokuskan fungsi BUMN sebagai lead integrator dalam pemakaian peralatan yang diproduksi BUMN.

Langkah itu sesuai dengan implementasi Undang-Undang nomor 16 tahun 2012 dan Keputusan KKIP nomor 12 tahun 2013.

Seruan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI yang dihadiri oleh PT INKA (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), PT Dahana (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), dan PT Industri Nuklir Indonesia (Persero).

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Budiman Saleh mengatakan bahwa selama ini perusahaannya telah mengalami beragam peningkatan pertumbuhan yang besar. Bahkan, dia mengakui peningkatan ini dilakukan dengan bujet yang minim.

"Sales dan kontrak kami melonjak dan di tahun 2020 ini kami miliki 14 triliun kontrak yang bisa diserap hingga 3-4 tahun mendatang. Pertumbuhan rata-rata Sales/Average (Annual Growth Rate) kami juga mencapai 25,4% dan target perolehan kontrak luar negeri di tahun 2020 ini adalah dua LD atau Filipina Navy," ungkapnya di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (12/2).

Lebih lanjut, Budiman memaparkan bahwa PT PAL juga telah memiliki projek on going bersama Kementerian Pertahanan. Selain itu, perusahaan yang bekerja di bidang kapal selam tersebut juga diakui memiliki kekuatan permodalan yang mumpuni yakni sekitar Rp7,4 triliun dan tidak memiliki isu likuiditas dan lainnya.

Saat ini, Budiman mengakui bahwa pihaknya mengharapkan konsistensi dan kontinuitas order untuk pembangunan dan pemeliharaan atau perbaikan kapal kombatan, yang aman sesuai dengan amanat UU 16/2012 dan Keputusan KKIP nomor 12 tahun 2013 bahwa BUMN wajib ditunjuk sebagai lead integrator.

Sebagai informasi saat ini utilitas fasilitas terpakai 35%-60% dan depresiasi atas PMN sebesar Rp50 miliar per tahun selama 30 tahun harus ditanggung oleh PT PAL.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose menjabarkan bahwa perusahaannya memiliki visi untuk menjadi perusahaan global terkemuka di bidang pertahanan dan keamanan serta produk industrial.

Sejauh ini, PT Pindad telah memproduksi produk alpalhankam dan produk industrial senjata, amunisi dan kendaraan khusus, alat berat, tempa cor dan alat perhubungan, handakkom (bahan peledak komersial). (E-3)

Baca Juga

Dok SKK Migas

4 Proyek Hulu Migas Selesai di Kuartal I 2020

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 April 2020, 10:08 WIB
Sepanjang 2020 direncanakan terdapat 11 proyek hulu migas yang akan onstream. Mayoritas proyek merupakan proyek pengembangan lapangan...
ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA

Ketidakpastian Tinggi, IHSG Kembali Masuk Teritorial Negatif

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 08 April 2020, 09:37 WIB
Sentimen pasar dari dalam negeri kali ini berkutat pada proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini yang akan mengalami penurunan tajam...
Istimewa/Kementan

Pandemi Covid-19 Tak Halangi Wonogiri Capai Produksi 10,5 Ton/Ha

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 April 2020, 09:37 WIB
Meskipun sedang ada pandemi Covid-19, tidak menghalangi Kabupaten Wonogiri menunjukkan eksistensinya sebagai lumbung pangan di Jawa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya