Rabu 12 Februari 2020, 15:50 WIB

Kuota Impor Dibatasi Perusahaan Kayu Lapis di Temanggung Kolaps

Tosiani | Ekonomi
Kuota Impor Dibatasi Perusahaan Kayu Lapis di Temanggung Kolaps

MI/Lilik Dharmawan
Perusahaan kayu lapis yang masih bertahan

 

SEJAK Tiongkok membatasi impor kayu lapis dari Indonesia, lebih dari 10 perusahaan kayu lapis di Temanggung, Jawa Tengah kolaps. Satu perusahaan sudah bangkrut total. Semua perusahaan itu semula melakukan eksport ke Tiongkok, sehingga terpengaruh dampak pembatasan kuota pembelian kayu lapis dari negeri tirai bambu tersebut.

Kondisi ini menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Temanggung, Agus Sarwono, terjadi sejak sekitar tiga tahun terakhir. Akibatnya ribuan tenaga kerja dari sektor perkayuan terancam kehilangan pekerjaan.

"Hampir semua terdampak. Utamanya perusahaan kayu lapis,"ujar Agus, di Temanggung, Rabu (12/2/2020).

Dengan adanya keterbatasan kuota impor kayu lapis ke Tiongkok, jelas Agus, sementara bahan baku yang diperlukan juga harganya semakin mahal. Di sisi lain, di Tiongkok penjualan juga lambat, mengakibatkan banyak perusahaan terdampak di Indonesia, termasuk Temanggung banyak yang kolaps.

"Sekarang ada perusahaan yang sudah dijual, yakni satu di wilayah Parakan, sudah tidak produksi dan kondisinya sudah mau dilelang bank, dijual. Mereka sudah tidak mampu berproduksi lagi," ungkap Agus

Agus melanjutkan, apalagi saat menjelang perayaan tahun baru imlek, dimana dua bulan sebelumnya pengiriman kayu lapis sudah mesti libur. Dampaknya barang-barang kayu lapis di sini mesti tertahan di gudang pelabuhan.

"Padahal nyewa di gudang pelabuhan juga mahal. Yang bangkrut baru dengar satu, yang lain masih kolaps, hanya tinggal bertahan saja, nunggu investor dari luar," kata Agus.

Ia menyebutkan, perusahaan di Temanggung yang kolaps jumlahnya lebih dari 10 perusahaan. Rata-rata merupakan perusahaan perkayuan. Tiap perusahaan itu mempunyai karyawan yang jumlahnya ribuan. Dari semua perusahaan kayu di daerah itu, yang masih bertahan hanya TKPI di Kecamatan Pringsurat saja.

Hal itu karena TKPI memproduksi kayu portable dan ekspornya bukan hanya ke China, tapi ke beberapa negara lain. Sedangkan untuk kayu lapis selama ini hanya eksport ke Cina.

"Ribuan karyawan yang terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) sudah nunggu waktu saja. Perusahaan yang bangkrut di Parakan sudah tidak ada tenaga kerjanya, semua sudah terkena PHK,"kata Agus. (OL-13)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More