Rabu 12 Februari 2020, 17:00 WIB

Fakta Di Balik Anjuran 10ribu Langkah Per Hari

Fetry Wuryasti | Weekend
Fakta Di Balik Anjuran 10ribu Langkah Per Hari

Unsplash/ Greg Rosenke
Anjuran 10ribu langkah per hari muncul sebagai kampanye pemasaran untuk pedometer sebelum Olimpiade Tokyo 1964.

BERBAGAI produk kesehatan seperti vitamin dan susu, menyarankan agar seseorang melangkah aktif 10 ribu langkah sehari. Namun rupanya angka ini muncul sebagai kampanye pemasaran untuk pedometer sebelum Olimpiade Tokyo 1964.

Kampanye ini sukses mendorong orang berjalan 10 ribu langkah sehat. Sehingga jumlahnya telah menjadi tujuan yang pasti pada pelacak kebugaran hari ini dan dalam program kesehatan.

Hasil penelitian Profesor I-Min Lee dari TH Chan School of Public Health University yang diterbitkan dalam Journal Of The American Medical Association pada Mei 2019, menunjukkan alih-alih 10 ribu langkah, peserta yang rata-rata mencapai 4.400 langkah setiap hari sudah mengalami penurunan angka kematian sebesar 41%.

Penelitian Prof Lee, mulai dari 2011 hingga 2015, didasarkan pada 16.741 wanita berusia 62 hingga 101 tahun. Para peserta mengenakan alat pelacak selama jam bangun.

"Untuk hidup lebih lama, menargetkan 7.500 langkah daripada 10 ribu langkah juga merupakan tujuan yang lebih dapat dicapai," kata Prof Lee.

Namun, ketika menyangkut penurunan berat badan, tidak semudah itu. Faktanya, langkah-langkah tidak berkontribusi besar terhadap penurunan berat badan.

Sebanyak 10 ribu langkah akan membakar sekitar 300 kalori hingga 500 kalori, tergantung pada intensitas berjalan, kata Dr Mandy Zhang, seorang associate consultant di Sport & Exercise Medicine Rumah Sakit Umum Changi.

"Sedangkan untuk kehilangan sekitar setengah kilo seminggu, Anda harus memiliki defisit kalori sebanyak 3.500 kalori seminggu. Idealnya dari olahraga dan diet," kata Dr Zhang. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More