Selasa 16 Februari 2016, 02:08 WIB

Gelang Harapan Memberi Jalan I am Hope

MI/Retno Hemawati | Hiburan
Gelang Harapan Memberi Jalan I am Hope

MI/Panca Syurkani

 

AKTRIS lulusan The Italia Conti Academy of Theatre Arts London, Wulan Lorraine Guritno, 35, mengungkapkan gelang harapan yang digagasnya bersama dengan dua sahabat kembar, Amanda Sukasah dan Janna Sukasah, justru menjadi jalan mewujudkan film I am Hope. "Saya terbantu dengan gelang harapan yang awal mula hanya dibuat sebanyak 25 buah. Ide itu brilian juga tidak. Ini tangan Tuhan hingga akhirnya gerakan kita mewujud melalui film ini," kata Wulan saat bertandang ke Media Indonesia, Senin (15/2).

Dari penjualan gelang harapan yang dibuat dari kain perca sisa produksi desainer Ghea Panggabean yang merupakan ibu Amanda dan Janna itu, keseluruhan hasilnya disumbangkan untuk yayasan-yayasan yang peduli pada penderita kanker. Tidak sepeser pun baik Wulan maupun dua sahabatnya itu menyisihkan sebagai keuntungan. Menurutnya, banyak bisnis besar yang telah direncanakan, tapi kemudian gagal. Namun, kepeduliannya pada kanker itu justru membuka peluang-peluang lain yang lebih besar, termasuk membuat yayasan yang serius menggarap gelang harapan, yakni Yayasan Dunia Kasih Harapan, dan membuat production house bernama Alkimia yang melahirkan film pertama mereka, I am Hope.

"Membuat film itu tidak gampang karena kita semua tahu dunia ini terlalu banyak tekanannya. Lebih jauh, bisnis film itu juga tidak mudah. Jadi, gerakan yang kami lakukan ini, saya rasa lebih banyak ibadahnya daripada keuntungan," kata dia tergelak. Menjadi produser dalam film I am Hope diakui ibu tiga anak itu karena keberanian. Sebelumnya, dia pernah membuat film pendek berjudul Bidan Lelaki dan Dilema. "Keinginan untuk membuat film selalu ada, tapi keberanian yang belum ada. Ini adalah film ketiga yang cocok secara ide, dana, maupun waktu," kata dia.

Meski demikian, dia menjelaskan tidak keseluruhan hasil dari film itu bisa disumbangkan. "Karena membuat film itu ada banyak biaya seperti membayar pemain, kru, dan makanan. Tapi, kami juga banyak dibantu berbagai pihak yang memberi pinjaman kendaraan dan tempat," katanya.

Persahabatan
Terkait dengan persahabatan, Wulan mengaku sangat cocok dengan kedua sahabatnya, Amanda dan Janna. Dia merasa mereka ialah tiga orang dengan kepribadian yang berbeda, tetapi selalu seru untuk diajak bersenang-senang dan juga bekerja. "Kami bersahabat sejak remaja, berantem juga pernah, tapi bukan hal-hal yang personal. Kami bersama-sama di gelang harapan, yayasan, ataupun di Alkimia karena kecocokan itu," kata Wulan.

Dia kemudian bercerita di awal-awal persahabatan, orang lain sering menilai rendah mereka karena tidak berangkat dari nol dan dianggap anak-anak orang kaya. "Kita memang bukan orang-orang yang dari nol. Kita dilahirkan dari keluarga ada, bukan dari keluarga susah. Tapi, orang meng-underestimate, contoh kita bikin film dianggap orangtua akan membantu jika kita kesulitan. Itu salah!" ungkapnya.

Dia menjelaskan memang benar mereka bertiga anak-anak orang kaya yang dulu hidup bersama dengan mereka. "Tapi sekarang kan kita sudah dilepas. Kita sudah punya suami, sudah punya kehidupan sendiri yang every penny di kehidupan kita untuk menyekolahkan anak-anak kita dan beli makanan itu hasil bekerja keras dari kita sendiri. Itu yang orang lain tidak paham meskipun akhirnya pelan-pelan juga tahu," kata istri sutradara film I am Hope, Adilla Dimitri, itu.

(H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More