Rabu 12 Februari 2020, 15:15 WIB

Waspada DBD, Dinkes Babar Keluarkan Surat Edaran ke Puskesmas

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Waspada DBD, Dinkes Babar Keluarkan Surat Edaran ke Puskesmas

Ilustrasi
Nyamuk Aedes Aegypti

 

DINAS Kesehatan Kabupaten Bangka Barat (Babar) mengeluarkan surat edaran tentang imbauan mewaspadai merebaknya kasus demam berdarah dengue (DBD) ke seluruh puskesmas.

Kepala Puskesmas Muntok Bangka Barat (Babar) Harianto mengatakan di musim hujan, Kabupaten Babar dan Muntok mewaspadai penyakit tersebut.

"Bulan ini sudah terjadi 4 kasus DBD, semua dirawat di rumah sakit," kata Harianto, Rabu (12/2).

Menurut Harianto, dengan adanya 4 kasus tersebut, tim langsung bergerak ke lapangan untuk melakukan upaya pencegahan semaksimal mungkin.

"Tim sudah turun melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui gigitan nyamuk dir umah atau di sekolah," ujarnya.

Baca juga:  Kemenkes Catat Peningkatan Kasus DBD di Beberapa Daerah

Harianto mengungkapkan upaya pencegahan perlu dilakukan bersama-sama dengan masyarakat bukan hanya melalui fogging (pengasapan). Masyarakat kerap menganggap sepele hal ini, jika sudah muncul kasus, baru melakukan gotong royong.

"Kalau masyarakat melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) salah satunya gerakan 4 M plus (Menutup, Menguras, Mengubur, memantau) jauh sebelum terjadi musim hujan, jentik itu tidak akan ada lagi," ungkapnya.

Jika jentik nyamuk Aedes aegypti berada di dalam genangan air jernih selama 12 hari, maka akan menjadi nyamuk yang positif memiliki virus tersebut.

"Nyamuk dewasa ini mulai menggigit kita dari jam 7.30 WIB sampai 16.00 WIB dengan jangkauan 100 meter, air jernih yang dibiarkan selama sekitar seminggu akan menjadi tempat bertelur nyamuk ini," tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya memiliki program Jumat memberantas jentik nyamuk bersama masyarakat.

"Kepada masyarakat saya sampaikan mereka harus membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS-red)," imbuhnya.

Harianto menyebutkan satu-satunya cara terbaik mencegah DBD dengan PHBS karena memberikan obat abate/abatisasi dan fogging bukan cara terbaik.

"Bahaya sekali DBD kalau lambat kita periksakan ke laboratorium, lambat membawa ke medis maka sangat fatal sekali," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More