Rabu 12 Februari 2020, 10:51 WIB

Tanah Longsor dan Banjir Terjang Beberapa Wilayah Nusantara

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
Tanah Longsor dan Banjir Terjang Beberapa Wilayah Nusantara

MI/Depi Gunawan
: Petugas memantau lokasi pergerakan tanah dan longsor di Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung.

 

TANAH longsor menerjang wilayah Desa Hergamanah, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Selasa (11/2). Longsor yang terjadi sekitar pukul 19.00 waktu setempat mengakibatkan 10 unit rumah rusak berat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo mengatakan keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat telah mengungsi ke rumah saudara maupun tetangga.

Selain adanya rumah rusak berat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat 70 unit rumah mengalami rusak ringan hingga rusak sedang.

"Longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan tanggul jebol. Menyikapi kondisi tersebut," kata Agus dalam keterangannya, Rabu (12/2).

BPBD Kabupaten Bandung Barat melakukan penanganan darurat seperti kaji cepat, evakuasi dan penyelamatan, pengamanan barang warga serta koordinasi dengan dinas terkait lain.

Menurut Agus, tenda pengungsi didirikan oleh pemerintah daerah untuk mengakomodasi warga yang rumah mengalami kerusakan. Warga terdampak membutuhkan bantuan logistik permakanan, selimut dan tikar.

Sementara itu, dini hari tadi (12/2) sekitar pukul 04.30 WIB, banjir melanda wilayah Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Hujan lebat menyebabkan sungai Batang Maek meluap.

"BPBD kabupaten telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan darurat di lapangan," sebutnya.

Beberapa wilayah lain seperti Desa Tlagan di Madiun dan Desa Curup di Panukal Abab Lematang Ilir (Sumatera Selatan) mengalami banjir.

Beberapa keluarga terdampak akibat peristiwa alam tersebut. Hujan yang berintensitas tinggi serta sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan akhirnya meluap dan mengenangi beberapa kawasan tersebut.

Data BNPB per 10 Februari 2020 lalu mencatat bencana banjir merupakan jenis bencana yang tertinggi.

Sebelumnya, BNPB mencatat lebih dari 400 bencana terjadi hingga minggu ketiga Februari 2020 atau per 10 Februari 2020. Rinciannya, yaitu banjir 171 kejadian, puting beliung 155, tanah longsor 98, kebakaran hutan dan lahan 28, gelombang pasang 2 dan gempa bumi 1.

Diketahui bencana hidrometeorologi yang dominan tersebut yaitu banjir 171 kejadian, puting beliung 155, tanah longsor 98 dan gelombang pasang atau abrasi 2.

Berdasarkan laporan BNPB dari awal tahun hingga 10 Februari 2020 ini, bencana banjir memberikan dampak paling besar dibandingkan bencana lain. Distribusi jenis kejadian bencana selain bencana hidrometeorologi yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 28 kejadian dan gempa bumi 1.

Total jumlah kejadian bencana sepanjang awal tahun Januari hingga minggu ketiga Februari 2020 berjumlah 455 kejadian.Selain berdampak pada korban jiwa, dia menambahkan sejumlah kejadian bencana tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur seperti tempat tinggal dan fasilitas lain, seperti pendidikan, kesehatan, perkantoran dan jembatan.

Jumlah total rumah rusak dengan kategori rusak berat mencapai 2.512 unit, rusak sedang 1,725 dan rusak ringan 6.707. Sedangkan kerusakan infrastruktur lain, fasilitas pendidikan berjumlah 142, peribadatan 121, perkantoran 47 dan kesehatan 11.

Dari total kerusakan ini, hanya 5 rumah dengan kategori rusak sedang disebabkan karena gempa bumi, sedangkan sisanya disebabkan bencana hidrometeorologi.

Sementara itu, sebanyak 994.932 orang tercatat menderita dan mengungsi akibat bencana. Tiga wilayah provinsi dengan jumlah bencana tinggi yaitu Jawa Tengah 119 kejadian, Jawa Barat 72 dan  Jawa Timur 69. (Fer/OL-09)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More