Rabu 12 Februari 2020, 08:49 WIB

Perempuan Pengikut IS Sama Berbahayanya dengan Laki-laki

Usman Kansong | Politik dan Hukum
Perempuan Pengikut IS Sama Berbahayanya dengan Laki-laki

AFP/Delil SOULEIMAN
Seorang perempuan menggendong bayi berjalan bersama sejumlah perempuan lainnya di kamp penampungan mantan anggota IS al-Hol di Suriah.

 

PENGAMAT terorisme Ridwan Habib mengapresiasi keputusan pemerintah menolak kepulangan simpatisan IS eks WNI.

"Keputusan ini tepat," kata Ridwan dalam program Bedah Editorial Media Indonesia di Metro TV, Rabu (12/2).

Namun, Ridwan meminta pemerintah menghimpun data akurat tentang jumlah IS bekas WNI.

Data jumlah IS eks WNI sebanyak 689, menurut Habib, berasal dari CIA, lembaga intelejen Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Penolakan Kepulangan Eks IS Diapresiasi

"Intelejen kita bisa datang ke kamp-kamp penampung IS di Suriah dan Turki untuk menghimpun data," kata Ridwan.

Penghimpunan data mesti dilakukan supaya Indonesia memiliki data akurat terkait jumlah laki-laki, perempuan, anak-anak di atas 10 tahun, dan anak-anak di bawah 10 tahun. Dengan begitu, pemerintah bila di kemudian hari hendak memulangkan kelompok tertentu, hal itu didasarkan pada data akurat.

"Anak-anak di bawah 10 tahun bisa dibuka opsi untuk dipulangkan. Yang di atas 10 tahun sudah dilatih bongkar pasang senjata dan merakit bom. Perempuan sama berbahayanya, sama kejamnya, dengan laki-laki," tuturnya. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA

Presiden Jokowi Tinjau RS Darurat Covid-19 di Pulau Galang

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 01 April 2020, 12:40 WIB
Presiden Joko Widodo, Rabu (1/4), bertolak ke Kepulauan Riau untuk untuk meninjau kesiapan Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 yang...
MI/SUPARDJI RASBAN

Komisi I DPR Minta Karantina Wilayah Disegerakan

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Rabu 01 April 2020, 10:29 WIB
Berbagai kebijakan sudah berjalan selama 1 bulan selama adanya korona belum bisa menekan perkembangan virus...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

KPK Buka Kunjungan Daring Rutan

👤DHIKA KUSUMA WINATA 🕔Rabu 01 April 2020, 10:10 WIB
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang kebijakan penutupan layanan kunjungan tahanan secara tatap muka di tengah pandemi virus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya