Rabu 12 Februari 2020, 07:35 WIB

Kejagung Terus Dalami Peran Benny Tjokro

M Iqbal Al M | Politik dan Hukum
Kejagung Terus Dalami Peran Benny Tjokro

Medcom/Arif
Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro

 

PENYIDIK Kejaksaan Agung terus mendalami keterangan Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro terkait kerja sama yang dijalin dengan PT Asuransi Jiwasraya (persero). Benny berdalih Hanson International tidak menjual saham ke Jiwasraya.

"Mungkin ada kerja sama dalam bentuk lain (selain penjualan) dan itu tugas tim penyidik untuk menemukan. Kalau hanya menjual, ya mana ada salah orang menjual," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah menambahkan penyidik meminta penjelasan Benny soal pencocokan aset milikinya. Diduga ada kerja sama antara Benny dan Presiden Komisaris dari PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat terkait jual beli saham yang menyebabkan Jiwasraya terus merugi hingga Rp13,7 triliun.

"Pencocokan benar apa enggak asetnya. Posisinya Benny punya kerja sama dengan Heru Hidayat (apa tidak)," ujar Febri.

Sejauh ini Kejagung sudah menetapkan enam tersangka. Mereka ialah Benny, Heru, Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Benny dan Heru juga dikenakan Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Diperiksa

Kemarin Kejagung tengah memeriksa Heru Hidayat (HH) dan 11 orang lainnya. "Saksi perkara tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya (PT AJS) yang diperiksa hari ini ada 12 orang, salah satunya tersangka HH," kata Hari.

Kejagung juga sudah menyita PT Gunung Bara Utama (GBU) terkait kasus ini. Perusahaan pertambangan itu dimiliki Heru Hidayat. "(Perusahaan) itu ada di Sendawar, Kalimantan Timur," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah.

Menurut dia, PT GBU diduga dibentuk dari uang korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Heru diduga mencuci uang.

Kejagung juga pernah menggeladah tiga lokasi berbeda. Objek yang digeledah ialah dua rumah pribadi dan satu kantor perusahaan swasta. Kejagung menduga aset tersebut terkait dengan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. Penggeledahan itu terjadi di satu rumah di Kembangan (Jakarta Barat), satu lagi di Sunter (Jakarta Utara), dan yang kantor di Senayan (Jakarta Selatan).

Heru datang ke Gedung Bundar Kejaksaan Agung Muda pada pukul 11.37 WIB. Ia datang menggunakan rompi tahanan menaiki mobil Kejaksaan Agung.

Sebanyak 11 saksi yang diperiksa ialah Direktur PT Prospera Asset Management Elisabeth Dwika Sari, Direktur Finansial PT Gunung Bara Utama Johan Siboney Handojono, Tim Pengelola Investasi PT GAP Capital Akbar Kuncoro. Selain itu, ada empat orang dari Jiwasraya di antaranya Direktur Keuangan Dicky Kurniawan, Pjs Kepala Bagian Keuangan Candra Triana, Kepala Divisi Operasioal Bisnis Retail Buddy Nugraha, dan Kepala Divisi Atuaria Iswardi. (P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More