Rabu 12 Februari 2020, 06:40 WIB

Bagi Rakyat, Kericuhan Partai Menyeramkan

Deden M Rojani | Politik dan Hukum
Bagi Rakyat, Kericuhan Partai Menyeramkan

ANTARA FOTO/Usman
Kericuhan antar dua kubu pendukung calon Ketua Umum PAN saat sidang pleno Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020).

 

KERICUHAN yang terjadi saat Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) di Kendari, Sulawesi Tenggara, menunjukkan partai itu tidak memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat.

"Meski kekisruhan tersebut dianggap wajar oleh aktivis partai di tubuh PAN, bagi rakyat kisruh itu menyeramkan," kata Adi Prayitno, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, saat dihubungi semalam.

Menurutnya, sebagai institusi yang memproduksi pemimpin, PAN  seharusnya menampakkan wajah santun demokrasi kepada masyarakat, bukan sebaliknya.

"Harus kepala dingin menghadapi dinamika politik yang terjadi. Persaingan memang panas, bergesek-an, tetapi sebisa mungkin harus menghindari kericuhan fisik," tamba Adi

Hari kedua Kongres V PAN diwarnai kericuhan dan saling lempar kursi antara kubu calon ketua umum Zulkifli Hasan dan pendukung calon ketua umum Mulfachri Harahap. Ruang kongres tampak berantakan dan kursi berhamburan. Akibatnya sejumlah peserta kongres dilarikan ke rumah sakit karena terluka.

Di sisi lain, pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menilai partai berlambang matahari terbit itu sedang mengalami ketidakdewasaan politik.

"Kejadian itu dapat menimbulkan penilaian publik atau rakyat Indonesia bahwa PAN belum menjadi partai yang dapat menyelesaikan persoalan di internal akibat perbedaan politik antarfaksi secara elegan dan dewasa," ujarnya.

Perilaku saling melempar kursi, lanjut Emrus, memperlihatkan bahwa para politikus di PAN masih bertindak dengan mengedepankan emosi. Padahal, fungsi sebuah partai seharusnya memberikan teladan, pendidikan, dan kedewasaan politik kepada masyarakat dan sekaligus sebagai wadah untuk melahirkan pemimpin yang mumpuni, baik di legislatif maupun eksekutif.

"Oleh sebab itu, pendewasaan politik dan demokrasi di internal PAN harus menjadi agenda yang sangat utama bagi pemimpin PAN lima tahun ke depan," imbuh Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner itu.

Seperti diberitakan, Zulkifli Hasan kembali terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN periode 2020-2025. Mantan Ketua MPR itu menang dengan mengantongi 331 suara dari total 563 suara sah pada Kongres V PAN. Calon ketua umum lain, Mulfachri Harahap, mendapatkan 225 suara. Mulfachri kalah 106 suara dari Zulkifli Hasan.

ANTARA FOTO/Jojon

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memberikan hak suaranya saat pemilihan Ketua Umum periode 2020-2025, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020).

 

Kongres V PAN resmi dibuka pada Senin (10/2). Sejumlah tokoh senior PAN, antara lain Hatta Rajasa dan Soetrisno Bachir, hadir dalam kongres itu. Dari eksternal  partai, ada Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno. (Dmr/HM/Ant/X-7)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More