Selasa 11 Februari 2020, 21:20 WIB

BOPI Sosialisasi Hukum Olahraga Profesional ke IBL

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga
BOPI Sosialisasi Hukum Olahraga Profesional ke IBL

Dok. BOPI
Pertemuan BOPI dengan IBL

BADAN Oahraga Profesional Indonesia (BOPI) menerima audensi dari pihak Indonesian Basketball League (IBL) di Kantor BOPI, Gedung PP Itkon Kemenpora. Selasa (11/2).

Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah datang bersama timnya untuk membahas sistem hukum penyelenggaraan olahraga profesional.

Ketua Umum BOPI Richard Sam Bera menjelaskan kepada Junas soal tugas BOPI yang melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap semua pelaku olahraga profesional.

Sesuai amanah Pasal 87 UU No 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN), BOPI sebagai regulator diberi tugas untuk memastikan seluruh event olahraga profesional berjalan sesuai peraturan hukum yang berlaku.

“Perhatian BOPI adalah di industri olahraga profesional, dalam konteks peraturan perundang-undangan negara Indonesia yang berlaku, mulai dari izin tinggal untuk atlet asing, syarat-syarat penyelenggara, perpajakan, standar fasilitas kesehatan dan beberapa kewajiban lainnya,” tutur Richard.

Baca juga ; Scorpio Jakarta Targetkan Tiga Kemenangan di Rumah Sendiri

Ketua I Bidang Organisasi dan Pembinaan BOPI M. Kusnaeni menambahkan, pihaknya fokus pada hal-hal yang menyangkut hukum negara.

Sedangkan untuk hal teknis yang berkaitan dengan hukum olahraga, Kusnaeni menegaskan itu adalah kewenangan federasi dan operator liga.

“Kalau tidak dipatuhi, berarti melanggar hukum negara. BOPI tugasnya adalah mengawasi hal itu. Kami memastikan hukum negara dipatuhi oleh pelaku industri olahraga professional,” tutur Kusnaeni.

Merespons penjelasan BOPI, Junas menyatakan bahwa pihaknya siap berkoordinasi dengan BOPI untuk memastikan penyelenggaraan IBL sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ia mengatakan untuk membangun industri olahraga profesional tidak bisa sendirian dan perlu kerja sama dengan berbagai pihak termasuk BOPI selaku kepanjangan tangan pemerintah.

“Tentu kita tidak bisa sendiri. Perlu bantuan BOPI untuk mendampingi. Kita siap menerima arahan teknis hal-hal apa saja yang sesuai aturan. Apakah pelaksanaan di liga kita sudah memenuhi persyaratan yang berlaku apa belum, nanti bisa diberi pendampingan BOPI,” ucap Junas. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More