Selasa 11 Februari 2020, 19:54 WIB

Pemerhati Australia Turut Selamatkan Buaya Berkalung Ban

Mitha Meinansi | Nusantara
Pemerhati Australia Turut Selamatkan Buaya Berkalung Ban

Antara
Buaya berkalung ban

 

UPAYA untuk menyelamatkan buaya berkalung ban, yang berada di Sungai Palu masih dilakukan hingga, Selasa (11/2).

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, bahkan membuat tim satuan tugas (Satgas) bersama Ditpolairud Polda Sulteng untuk penyelamatan buaya tersebut.

Buaya muara dengan panjang kurang lebih 4 meter yang berkalungkan ban bekas itu, menjadi perhatian berbagai pihak.

Tidak hanya dalam negeri, tetapi ahli dan pemerhati dari Australia juga turut serta dalam upaya penyelamatan satwa liar yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

Untuk melepaskan ban dari leher buaya di Sungai Palu, dua warga asing yang merupakan ahli dan pemerhati buaya, Matthew Nicolas Wright dan Chris Wilson, telah bergabung dengan tim Satgas di bawah kendali BKSDA Sulteng.

Keduanya datang ke Kota Palu, semata-mata membantu penanganan  satwa itu dari jeratan ban di lehernya.

Mereka membuat perangkap untuk buaya, dengan panjang 4 meter, lebar 1,2 meter dan tinggi 1 meter, yang ditempatkan di lokasi yang sering didatangi buaya itu.

Sementara trap atau jebakan sebagai umpan dengan menggunakan bebek hidup, akan di pasang di bawah jembatan 2, yang berada di Jalan Gusti Ngurah Rai, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Tim Satgas menyiapkan dua trap untuk menangkap dan melepaskan ban dari leher buaya. Namun hari ini, baru satu trap yang digunakan.

''Saya berharap trap ini bisa berhasil berdasarkan pengalaman kami di lapangan. Sudah banyak buaya yang kami tangkap dengan menggunakan trap atau jebakan ini,'' ujar Matthew, Selasa (11/2) sore.

Proses penangkapan  buaya berkalung ban itu, masih menjadi perhatian warga Kota Palu. Banyak orang yang datang untuk menyaksikan upaya penyelamatan buaya berkalung ban motor bekas, yang sesekali muncul di permukaan sungai itu. (OL-2)

 

 

Berita Terkini

Read More

Top Tags

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More