Selasa 11 Februari 2020, 17:03 WIB

Bukalapak Tak Terdampak Ketentuan Bea Masuk Minimal US$3

Hilda Julaika | Ekonomi
Bukalapak Tak Terdampak Ketentuan Bea Masuk Minimal US$3

ANTARA
Seorang pengguna layanan belanja di Bukalapak.com melakukan pembayaran di minimarket Indomaret, di Jakarta, Jumat (16/10/2019).

 

Salah satu marketplace asal Indonesia, Bukalapak mengakui pihaknya tak terlalu terdampak oleh pemberlakuan bea masuk barang impor untuk harga barang minimal US$3. Sebelumnya nilai pembebasan bea masuk barang impor e-commerce sebesar US$75.

Menurut CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin, sebagian besar merchant dan produk di Bukalapak adalah produk dalam negeri. Untuk itu, kebijakan pembebasan bea masuk yang baru diterapkan ini tidak berdampak banyak.

“Sejauh ini saya tidak melihat dampak itu. Ya memang kan itu kebijakan dari pemerintah. Jadi kita dukung saja,” ujarnya di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (10/2).

Lebih lanjut dia menjelaskan, merchant dan produk-produk yang diperdagangkan di Bukalapak didominasi oleh produk-produk dalam negeri. Bukalapak diakuinya merupakan platform perdagangan online yang fokus di domestik untuk saat ini. Ke depannya justru Bukalapak tengah berupaya untuk melakukan ekspor produk melalui Bukalapak.

“Kami memang kebanyakan merchant dan produk-produk dalam negeri dan juga justru yang kita mau intensifkan adalah buka global yaitu, ekspor. Jadi sebenarnya memang kita banyaknya di domestiknya untuk saat ini,” jelasnya.

Rachmat mengakui bahwa masuknya barang impor tidak bisa ditahan. Namun, Bukalapak tetap berupaya untuk mendorong produk dalam negeri. Untuk diketahui, seluruh pelapak di Bukalapak berdomisili di Indonesia. Karena itu, saat melakukan pengunggahan barang dipastikan sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Kalau kita selalu mencoba mendorong produk dalam negeri tetapi kita juga gak bisa setop dagang (impor). Semua pelapak kita berdomisili di Indonesia. Jadi saat mereka upload barang sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan di Indonesia. Kita gak punya partner, barangnya locally,”ungkapnya. (E-3)

 

Baca Juga

ANTARA

Telkomtelstra Gratiskan Layanan Teknologi untuk Bekerja di Rumah

👤Heryadi 🕔Jumat 03 April 2020, 18:02 WIB
Inisiatif ini ditujukan untuk mendukung sektor bisnis di Indonesia tetap berjalan...
MI/Ramdani

Targetkan 100% Desa Berlistrik, PLN Sudah Siapkan Terobosan

👤mediaiindonesia.com 🕔Jumat 03 April 2020, 17:07 WIB
Saat ini masih terdapat 433 desa di Indonesia yang belum dapat menikmati listrik dan hidup dalam...
ANTARA FOTO/R. Rekotomo

Pekan Ketiga WFH, Permintaan Kebutuhan Pokok Meningkat 50%

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 03 April 2020, 16:49 WIB
Layanan belanja secara online dan pengiriman ke rumah pun menjadi permintaan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya