Selasa 11 Februari 2020, 16:25 WIB

Dua Pekan Listrik Padam di Pulau Enggano

Marliansyah | Nusantara
Dua Pekan Listrik Padam di Pulau Enggano

MI/Dwi Apriani
PLTD tidak beroperasi karena krisis BBM.

 

SETIDAKNYA 4.000 ribu jiwa warga di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, gelap gulita akibat krisis listrik selama dua pekan terakhir. Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) di pulau terluar tak beroperasi, karena krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sejak Desember 2019 lalu.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya berencana mengunjungi Pulau Enggano, setelah kapal motor (KM) Pulo Tello selesai diperbaiki dan dikirim dari Tanjung Priok, Jakarta. "BBM akan dikirim menggunakanan KM Pulo Tello setelah menempuh
perjalanan dari Jakarta menuju Bengkulu, kemungkinan akan memakan waktu selama empat sampai lima hari langsung ke Enggano," katanya.

Setelah perbaikan,  lanjut dia,  KM Pulo Tello yang melayani rute Bengkulu-Enggano, atau sebaliknya akan kembali beroprasi secara normal.

Sebelumnya,  Camat Enggano, Marlansius di Bengkulu,  mengatakan, saat ini Pulau Enggano,  seperti kota tak bertuan karena gelap gulita sejak sepekan lebih akibat listrik padam lantaran pasokan BBM untuk menghidupkan PLTD tidak ada, jadi mesin pembangkit tidak bisa beroperasi.

"Pulau Enggano kalau malam hari seperti kota hantu atau tak bertuan sejak Selasa (28/1) lalu akibat pasokan BBM tidak ada di PLTD," katanya.

Warga Pulau Enggano, sangat berharap dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara,  untuk segera memberikan solusi
terkait masalah yang sedang dihadapi masyarakat Pulau Enggano.

Kebutuhan BBM warga Pulau Enggano, yang dibawa dengan menggunakan KM Pulo Tello, premium sebanyak 10 kilo liter (KL), Pertalite 15 KL, dan biosolar 4.155 KL untuk mengisi Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di pulau terluar itu. (OL-13)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More