Selasa 11 Februari 2020, 16:12 WIB

Peran Penting Masyarakat dalam Antisipasi Virus Korona

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Peran Penting Masyarakat dalam Antisipasi Virus Korona

Antara
Ilustrasi

 

MASYARAKAT diminta memahami dan berperan dalam upaya memberdayakan diri terkait cara penularan virus korona.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemnkes), Achmad Yurianto mengungkapkan, virus korona adalah makhluk dengan tingkat evolusi paling rendah, dia hanya bisa hidup di dalam sel yang hidup.

''Apabila sel ibarat bola maka virus itu harus di dalamnya, tidak bisa menempel sehingga jika sel hidup maka akan hidup, sebaliknya jika mati otomatis virus akan mati pula," kata Yuri di Gedung Kemenkes RI, Jakarta Selatan, Selasa (11/2)

Menurutnya, virus tidak stabil pada struktur DNA sehingga mudah berubah dengan pengaruh cuaca, pengaruh ultraviolet, hingga kelembaban. Apalagi virus korona ada ribuan jenisnya, secara umum banyak didapatkan pada berbagai macam hewan dan biasanya tidak menimbulkan penyakit pada hewan tersebut.

"Jadi karena proses mutasi genetik, kadang bisa menimbulkan penyakit pada hewannya tetapi juga bisa menimbulkan penyakit pada manusia, manakala proses mutasi akan sesuai reseptor yang ada pada manusia," sebutnya

Dia menambahkan, virus korona sedikitnya ada tujuh varian yang bisa menyebabkan orang sakit. Diantaranya pada tahun 2002 diketahui bernama SARS, dimana penelitian dari WHO bahwa inangnya itu berasal dari hewan sejenis kelelawar atau musang.

"Berawal dari sana dan mutasi ke manusia serta bisa manusia ke manusia. Pada 2003 kita aware betul dengan itu dan kita menyiapkan sampai 100 RS dengan menguatkan sistem cegah tanggap," paparnya.

Selanjutnya pada 2011 munculnya virus korona berbasis dari hewan unta yang mengalami mutasi dan menimbulkan penyakit bernama MERS. Oleh karena itu, pemerintah selalu siaga karena setiap harinya ada 1,3 juta penduduk muslim Indonesia yang melaksanakan ibadah umrah dan haji.

"Ini yang membuat kita aware terus dan ngak ada habisnya, kita digebukin sama 1,3 juta tiap harinya," terangnya.

Dia memastikan ketika novel virus korona muncul. Pihaknya tidak khawatir secara berlebihan meskipun tetap mewaspadai dengan mengkombinasikan pengalaman dalam penanganan MERS dan SARS.

"Ketika adiknya muncul bernama novel ya kita ngak kaget-kaget amat, bukan berarti menyepelekan tetapi kita mengkombinasikan sistem kewaspadaan kita untuk tidak berbicara pada Mers, dimana sampai earlier sistem juga kita bangun," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More