Selasa 11 Februari 2020, 11:38 WIB

Anggaran Formula E di Jakarta 2 Kali Lipat Ketimbang di Hong Kong

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Anggaran Formula E di Jakarta 2 Kali Lipat Ketimbang di Hong Kong

MI/Saskia Anindya
Mobil listrik BMW I3s, BMW i8 Coupe, BMW i8 Roadster dipajang dalam konferensi pers Jakarta E-Prix 2020 di Monas

 

ANGGOTA Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Gilbert Simanjutak, mempertanyakan anggaran Formula E yang digelontorkan Pemprov DKI. Anggaran itu ternyata dua kali lipat lebih besar dari pelaksanaan balap mobil listrik serupa di Hong Kong.

Menurutnya, besarnya anggaran pelaksanaan racing di Hong Kong Berkisar HK$250-300 juta atau setara Rp540 miliar, dengan kurs saat ini. Sementara itu, anggaran yang dialokasikan DKI untuk Formula E ini sebesar Rp1,16 triliun.

"Jadi pertanyaan besar adalah apa yang membedakan biaya penyelenggaraan di Jakarta dua kali lipat biaya di Hong Kong, sementara bahan untuk membangun ada di Indonesia seperti semen, batu, dan lainnya. Apa dasar biaya penyelenggaraan di Jakarta membengkak?" ungkap Gilbert dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa (11/2).

Gilbert menuturkan dari besaran anggaran Formula E itu, Gubernur Anies Baswedan tidak jelas sasarannya siapa yang dijadikan leading sector. Dana paling besar, kata Gilbert, dipegang Jakarta Propertindo (Jakpro) yang bisnis utamanya infrastruktur.

"Padahal target dari Jakpro adalah menaikkan jumlah turis pariwisata ke Jakarta. Hal inilah yang menjadi pertanyaan," ujar Gilbert.

Baca juga: Mayoritas Jalanan Ibu Kota Diklaim Layak Jadi Sirkuit Formula E

Formula E Holding seharusnya juga memberi kontribusi kepada kegiatan ini, seperti yang dilakukan di negara lain. Ia sudah mencoba mencari data, namun sampai saat ini tidak diketahui apa saja yang menjadi tanggung jawab DKI dan Formula E Holding. Pun tidak ditemukan rencana pengelolaan sirkuit track setelah kegiatan ini selesai.

"Tentunya ini akan membutuhkan pemeliharaan yang tidak sedikit. Kejadian Formula E di Montreal, Kanada, 2016-2017 merugi. Moskow membatalkan balap ini karena acara selama 2 hari akan membuat kota tersebut makin macet dan dianggap tidak rasional," pungkas Gilbert.(OL-5)

Baca Juga

MI/Vicky Gustiawan

Ragunan Batasi Pengunjung 5.000 Orang per Hari Saat Normal Baru

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:10 WIB
Mekanisme untuk mengatur batasan jumlah pengunjung ke Ragunan dilakukan dengan mewajibkan pengunjung mendaftar secara...
MI/ Barry F

Masa Tanggap Darurat Depok Diperpanjang hingga 30 Juni

👤Kisar Rajagukguk 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:06 WIB
Sementara itu, Idris menyampaikan hingga saat ini terjadi penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 4 kasus menjadi 551...
Antara/Adfitya Pradana Putra

Total Denda Pelanggaran PSBB DKI Jakarta Hampir Rp600 Juta

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 29 Mei 2020, 22:38 WIB
" Jumlah Total Denda capai Rp599.850.000, hampir 600 juta. Paling banyak tempat usaha ya," kata...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya