Selasa 11 Februari 2020, 11:22 WIB

SKK Migas-BP Migas Aceh Bersinergi Capai 1 Juta Barel di 2030

mediaindonesia.com | Ekonomi
SKK Migas-BP Migas Aceh Bersinergi Capai 1 Juta Barel di 2030

Dok. SKK Migas-BPMA
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (kiri) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kepala BPMA Teuku Mohamad Faisal (kanan)

 

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Dukungan Kegiatan Usaha Hulu Migas.

Kerja sama ini mendukung upaya meningkatkan investasi hulu migas dengan sinergi kedua lembaga sesuai dengan tugas, fungsi dan wewenang masing-masing.

SKK Migas dan BPMA merupakan entitas berbeda sesuai dengan peraturan perundangan yang menjadi landasan berdirinya kedua lembaga tersebut. Namun, dalam konteks hulu migas nasional, kedua institusi tersebut memiliki tujuan yang sama yakni membangun iklim investasi untuk mendorong peningkatan produksi migas agar target migas secara nasional dapat dicapai.

"Pembangunan hulu migas di Aceh membutuhkan dukungan berbagai pihak termasuk SKK Migas sehingga kapasitas SDM di kami semakin profesional dan bisa menciptakan iklim investasi yang baik serta mampu menarik investor lebih banyak untuk mengelola potensi migas di Aceh," kata Kepala BPMA Teuku Mohamad Faisal usai menandatangani MoU di kafe GGR Wisma Mulia Jakarta, Selasa (11/2),.

Pihaknya pun mengapresiasi dukungan yang terus diberikan SKK Migas. Nota Kesepahaman ini adalah perpanjangan dari kerja sama yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Kerja sama ini merupakan bagian dari sinergi untuk merealisasikan target hulu migas secara nasional. Dengan adanya hal ini, tentu saja SKK Migas dan BPMA memiliki komitmen sama untuk membangun sinergi dan iklim investasi yang baik.

Baca juga:  SKK Migas Siap Operasikan 12 Proyek Migas di 2020

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pun menyampaikan 5 (lima) hal yang harus dilakukan untuk menciptakan iklim investasi yang baik secara nasional, yaitu investasi di Indonesia akan dihitung secara keseluruhan, sehingga SKK Migas dan BPMA bersama-sama menyederhanakan proses yang menjadi kewenangan masing-masing.

Kedua, dengan karakteristik hulu migas yang high risk dan high capital, penting untuk memunculkan persepsi investasi hulu di wilayah Indonesia mudah.

"Jangan sampai muncul persepsi negatif terkait ijin, pembebasan lahan, dan lain-lain. Komitmen untuk mendukung investasi harus selalu menjadi prioritas. SKK Migas dan BPMA harus aktif membantu investor terkait hal-hal tersebut," ujar Dwi.

Ketiga, perencanaan hulu Migas di Aceh merupakan bagian dari perencanaan nasional untuk mendukung visi 1 juta BOPD di tahun 2030. Melalui kerja sama ini diharapkan pertukaran data dan informasi akan semakin baik dan mampu meningkatkan kinerja hulu migas secara nasional.

Keempat, SKK Migas akan mendukung pengembangan SDM BPMA sebagai bagian dari cita-cita mencapai 1 juta barel di tahun 2030.

"Kelima, sinergi pemanfaatan Integrated Operation Center yang dimiliki SKK Migas diharapkan dapat membantu pengembangan hulu migas di Aceh agar dapat meningkatkan kontribusinya pada capaian hulu migas secara nasional," tutur Dwi.

Saat ini, Indonesia memiliki 128 cekungan yang menyebar dari Aceh sampai Papua. 20 dari 128 cekungan tersebut sudah berproduksi.(RO/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Top Tags

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More