Selasa 11 Februari 2020, 11:30 WIB

PBB Minta Donasi untuk Atasi Serbuan Belalang di Afrika

Willy Haryono | Internasional
PBB Minta Donasi untuk Atasi Serbuan Belalang di Afrika

AFP/TONY KARUMBA
Sekelompok belalang berkumpul di sebuah semak di Desa Lerata, di Samburu yang terletak sekitar 300 kim utara Nairobi, Kenya.

 

PBB menyerukan komunitas internasional untuk bersama-sama membantu negara-negara Afrika Timur mengatasi serangan hama belalang. PBB khawatir karena serangan hama belalang kali ini begitu besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Ada 13 juta orang di negara-negara terdampak yang kini sangat rentan kehabisan makanan," kata petinggi urusan kemanusiaan PBB Mark Lowcock dalam sebuah konferensi pers di New York, dikutip dari AFP, Senin (10/2).

"Sepuluh juta orang dari total yang tadi saya sebutnya tinggal di lokasi serangan hama belalang," lanjutnya.

Lowcock, mengatakan PBB telah merilis US$10 juta atau setara Rp137 miliar untuk membantu mengatasi krisis hama belalang di Afrika. Ia memperingatkan jika masalah ini tidak diatasi dengan cepat, isu yang lebih besar berpotensi muncul di kemudian hari.

Baca juga: Serangan Rezim Suriah Tewaskan 17 Warga Sipil

Hama belalang telah menghancurkan banyak pasokan makanan di Kenya, Ethiopia, dan Somalia. Hama belalang juga dilaporkan telah mencapai Uganda pada Minggu (9/2).

Menurut Lowcock, Organisasi Makanan dan Pertanian PBB (FAO) telah mengestimasi, pada akhir Januari lalu, bahwa rencana pengendalian hama belalang membutuhkan dana sekitar US$76 juta (setara Rp1 triliun).

"Saat ini, kami hanya punya US$20 juta (Rp273 miliar)," tutur Lowcock.

PBB menyebut serangan hama belalang kali ini merupakan yang terburuk dalam 70 tahun terakhir di Kenya dan 25 tahun untuk Ethiopia dan Somalia.

Lowcock menyebut salah satu penyebab parahnya serangan hama belalang kali ini adalah perubahan iklim.

Belalang gurun -- yang merusak banyak lahan pertanian -- adalah salah satu spesies belalang yang berkembang biak dengan cepat jika kondisi lingkungannya memadai.

FAO mengatakan invasi hama belalang kali ini dikenal dengan istilah "lonjakan" karena melanda seluruh kawasan Afrika.

Jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan, istilahnya dapat berubah menjadi "wabah" belalang.

Wabah belalang berskala besar pernah terjadi selama enam kali di era 1900-an, dengan yang terakhir pada 1987-1989. Sementara "lonjakan" terakhir terjadi pada 2003-2005. (OL-1)

Baca Juga

ERIC GAILLARD / AFP

Tidak ada Korban WNI dalam Peristiwa Tindakan Teror di Prancis

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 23:33 WIB
Hingga saat ini, tidak terdapat informasi adanya korban WNI dalam serangan...
HANDOUT / INDONESIAN PRESIDENTIAL PALACE /AFP

Hikmahanto: Kunjungan Pompeo untuk Beri Pesan ke Tiongkok

👤Haufan Hasyim 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 21:51 WIB
AS hendak menyampaikan pesan ke China bahwa Indonesia tidak akan terjebak dengan ketergantungan utang terhadap...
AFP/WANG ZHAO

Produsen Vaksin Korona Shionogi Rencanakan Uji Klinis Akhir Tahun

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 21:34 WIB
Tetapi uji coba Fase 3 kemungkinan akan dilakukan di luar negeri karena relatif kurangnya kasus covid-19 di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya