Selasa 11 Februari 2020, 11:15 WIB

AS Kirimkan Dana Bantuan Virus Korona untuk Laos

Willy Haryono | Internasional
AS Kirimkan Dana Bantuan Virus Korona untuk Laos

AFP/Mladen ANTONOV
Penumpang mengenakan masker berjalan menuju terminal keberangkatan di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand

 

AMERIKA Serikat (AS) menyalurkan dana bantuan ke Laos dalam upaya membantu menangani penyebaran virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV).

Laos menjadi negara pertama yang menjadi sasaran bantuan AS dari total anggaran penanggulangan virus korona yang sebesar US$100 juta atau setara Rp1,3 triliun.

Agensi Pengembangan Internasional AS (USAID) mengaku telah menyalurkan bantuan peralatan medis, termasuk 440 kacamata pelindung dan 1.500 pakaian bedah, ke Laos yang berbatasan dengan Tiongkok.

Jumat (7/2), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menjanjikan dana bantuan US$100 juta untuk Tiongkok dan negara-negara terdampak virus korona lainnya.

Baca juga: Korban Tewas Virus Korona di Tiongkok Tembus 1.000

Hingga hari ini, Selasa (11/2), total kematian akibat virus korona nCoV telah melonjak drastis melewati 1.000 jiwa.

Jim Richardson, direktur sumber daya bantuan asing Kementerian Luar Negeri AS, mengatakan Laos adalah negara tujuan pertama dan penyaluran bantuan akan difokuskan pada upaya penanggulangan penyebaran virus korona.

"Akan ada pengumuman lebih lanjut seiring penghitungan kami mengenai berapa banyak bantuan yang dibutuhkan," ucap Richardson kepada awak media, dikutip dari AFP.

Ia menambahkan bahwa Laos -- beserta negara pulau lainnya dan juga Myanmar serta Papua Nugini -- merupakan prioritas dalam kebijakan finansial AS.

Virus korona nCoV diyakini pertama kali muncul pada akhir tahun lalu di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei di Tiongkok. Virus ini telah bermunculan di puluhan negara, dengan dua kematian di luar Tiongkok, yakni di Filipina dan Hong Kong.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat total infeksi korona hingga saat ini mencapai 42.600 di seantero 'Negeri Tirai Bambu' itu. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More