Selasa 11 Februari 2020, 07:30 WIB

Bila tidak Lolos, Gibran Tetap Setia di PDIP

Deden M Rojani | Politik dan Hukum
Bila tidak Lolos, Gibran Tetap Setia di PDIP

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Bakal calon Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka (kanan) berjabat tangan dengan pasangan bakal calon wali kota Achmad Purnomo (tengah)

 

GIBRAN Rakabuming Raka mengikuti uji kelayakan di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan di Menteng, Jakarta, kemarin, untuk maju di pemilihan Wali Kota Surakarta. Seusai mengikuti uji kelayakan, ia menyatakan akan setia kepada PDIP meski tidak lolos.

“Saya tetap setia kepada PDI ­Perjuangan jika tidak mendapat rekomendasi sekalipun,” ungkap Gibran.

Putra sulung Presiden Joko Widodo itu menegaskan akan mengikuti mekanisme yang diatur partai. Pria 32 tahun itu mengaku akan menolak tawaran partai lain dan berkomitmen membesarkan partai berlambang banteng moncong putih itu dengan cara gotong royong yang melibatkan semua elemen secara kultural ataupun struktural.

“Saya sampai saat ini belum menjalin komunikasi dengan partai lain. Saya dengar partai lain berkomitmen mendukung, tapi saya tetap setia dengan PDIP. Saya optimistis,” ungkapnya.

Gibran pun menolak tudingan dirinya diistimewakan PDIP, termasuk tuduhan yang menyebutnya mendapat kursi bakal calon wali kota karena statusnya sebagai anak presiden. “Ya enggak perlu ditanggapilah yang ­seperti itu.”

Ia juga enggan menggubris ­tanggapan miring tentang caranya bersosialisasi. Kemarin, Gibran mengisi kegiatan dengan berkeli­ling menggunakan moge milik Jokowi dan itu dianggap sengaja demi menarik perhatian. “Enggak ada simbol apa-apa. Anak pinjem punya bapaknya kan biasa.”

 

Segera

Ketua Bidang Politik dan Keamanan PDIP Puan Maharani mengungkapkan hasil uji kelayakan terhadap Gibran akan secepatnya diumumkan. Dalam uji kelayakan itu Gibran ditanya soal visi-misinya maju di Pilwalkot Solo.

“Ditanya terkait visi dan komitmennya kalau nanti mendapat rekomendasi dari Ketua Umum PDIP, apa yang akan dilakukan untuk daerahnya,” ungkap Puan.

Selain Gibran, sejumlah nama pun muncul untuk maju di Pilwalkot Solo. Pasangan Purnomo-Teguh juga menjalani uji kelayak­an dan kepatutan bakal calon Wali Kota Surakarta. Uji kelayakan dan kepatutan berlangsung sekitar 2 jam. Gibran yang ­mengenakan kemeja merah tiba di Kantor DPP PDIP sekitar pukul 13.00 WIB.

Puan mengungkapkan rekomendasi bakal calon di PDIP berjenjang, dari DPC, DPD, hingga DPP. Hasil akhir siapa yang akan diusung ada di ketua umum dan DPP partai. “Jadi sudah ada beberapa rekomendasi yang dikeluarkan. Namun, untuk Kota Solo kita lihat lagi, perlu waktu beberapa saat lagi, kemudian diputuskan dalam rapat DPP siapa saja yang akan mendapat rekomendasi.” 

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Ketua Bidang Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan PDI Perjuangan Puan Maharani (tengah) bersama Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto (kiri) dan bakal calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kedua kanan) serta pasangan bakal calon Wali Kota Solo Achmad Purnomo (kedua kiri) dan Teguh Prakosa (kanan) berjalan usai uji kelayakan dan kepatutan penjaringan calon Wali Kota Solo di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta.

 

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan akan menguji ­Gibran terkait komitmen dan kepemimpinan untuk maju di ­pilwalkot. “Komitmen di dalam menjalankan kepemimpinan sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah. Tentu saja aspek-aspek leadership itu sangat penting, juga konsepsi,” ungkapnya.

Di samping itu, ada penilaian berdasarkan aspek aspirasi dari seluruh masyarakat setempat. Karena itu, imbuh Hasto, penting bagi PDIP mempertimbangkan hasil survei.

Gibran diuji sejumlah panelis dari petinggi dan pengurus partai, di antaranya Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto, Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot S Hidayat, dan Ketua Bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani.

Lebih lanjut Hasto menyebutkan Solo merupakan basis kuat PDIP ­sehingga proses itu akan dilakukan ­sebaik-baiknya. “Di situ merupakan die hard-nya banteng, di Jawa Tengah dan Indonesia, sehingga fit and proper ini dilakukan sebaik-baiknya sesuai mekanisme partai.” (Medcom/P-5)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More