Senin 10 Februari 2020, 21:00 WIB

IPC Perketat Masuknya Kapal dari Tiongkok

Widhoroso | Ekonomi
IPC Perketat Masuknya Kapal dari Tiongkok

Antara/Sigid Kurniawan
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok

 

MESKI belum ada laporan adanya kasus virus korona (2019-nCoV) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC tetap meningkatkan kewaspadaan dan memperketat prosedur penanganan masuknya kapal barang maupun penumpang dari luar negeri. Kapal-kapal dari dari Tiongkok akan mendapat perhatian khusus.

“Kapal dari Tiongkok harus dikarantina dulu sebelum masuk ke dermaga. Kapal itu baru bisa masuk dan melakukan bongkar muat di dermaga jika sudah ada kepastian bahwa kapal berikut awaknya itu steril dari virus korona,” tegas Direktur Operasional IPC, Prasetyadi, di Jakarta, Senin (10/2).

Berdasarkan data di Pelabuhan Tanjung Priok, dalam satu bulan rata-rata sekitar 20 kapal dari Tiongkok yang masuk dan melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok.

Prasetyadi menjelaskan, IPC terus berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk melakukan upaya antisipasi masuknya virus korona melalui pelabuhan.

Baca juga : Uji Sampel Virus Korona, Kemenkes : Dari 62 Spesimen, 59 Negatif

Di terminal penumpang, pemantauan dengan menggunakan Thermal Detector diperketat, terutama terhadap penumpang dari Tiongkok dan negara-negara yang memiliki catatan kasus korona. \

“Kami sangat prihatin atas penyebaran virus korona, dan berharap masalah ini bisa segera teratasi," jelasnya.

Ditambahkan Prasetyadi, sejak Januari lalu, IPC mewajibkan seluruh staf operasional lini terdepan (frontline) di semua pelabuhan yang dikelola IPC untuk mengenakan masker N95 sebagai masker standar pencegahan virus korona.  

“Memang ada penambahan prosedur operasional di lapangan. Tetapi hal ini harus dilakukan untuk memperkecil risiko penularan,” ujarnya. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More