Selasa 11 Februari 2020, 05:40 WIB

Pemerintah Buka Keran Impor Bawang Putih

M Taufan SP Bustan | Ekonomi
Pemerintah Buka Keran Impor Bawang Putih

ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Kementerian Pertanian memutuskan impor 103.000 ton bawang putih dari ­Tiongkok lantaran stok yang kian ­menipis.

 

PEMERINTAH memutuskan impor 103.000 ton bawang putih dari ­Tiongkok lantaran stok yang kian ­menipis.

Dalam rapat dengar pendapat di Komisi IV DPR kemarin, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto mengatakan, stok bawang putih di dalam negeri saat ini tinggal 70.000 ton. Stok tersebut hanya mampu memenuhi kebutuhan sampai pertengahan Maret mendatang.

“Stok kurang lebih 70.000 ton. Jadi sampai bulan Maret. Itu sebetulnya masih cukup, tetapi kita sudah buka (impor) untuk mengantisipasi sampai dua-tiga bulan ke depan,” kata Prihasto di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan, Kementerian Pertanian telah menerbitkan izin Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk impor bawang putih tersebut. Prihasto memperkirakan impor bawang putih sebanyak 103.000 ton tersebut dapat memenuhi kebutuhan selama 2 bulan-3 bulan.

Berdasarkan data yang dipegangnya, kebutuhan konsumsi bawang putih nasional mencapai 560.000 ton-580.000 ton per tahun atau sekitar 47.000 ton per bulan. Sementara itu, produksi bawang putih dalam negeri baru mencapai 85.000 ton per tahun atau sekitar 10% dari kebutuhan nasional, sedangkan 90% sisanya harus dipenuhi lewat impor.

Sebagian besar impor bawang putih tersebut didatangkan dari Tiongkok mengingat negara tersebut memiliki produksi bawang putih terbesar di dunia.

Terkait dengan kekhawatiran virus korona yang mewabah di Tiongkok, Prihasto memastikan komoditas berbasis tanaman, termasuk bawang putih, tidak dikate-gorikan sebagai media pembawa virus korona. Namun, Kementan tetap waspada terhadap masuknya komoditas pangan dari ‘Negeri Tirai Bambu’ tersebut.

Masih tinggi

Di sejumlah daerah, harga bawang putih masih tinggi lantaran stok yang terus menipis. Dalam dua pekan terakhir, harga bawang putih melonjak hingga Rp60 ribu-Rp70 ribu per kg dari biasanya Rp25 ribu-Rp30 ribu per kg.

Di Palu Sulawesi Tengah, harga bawang merah malah ikut naik menjadi Rp55 ribu per kg dari sebelumnya Rp45 ribu per kg, mengikuti harga bawang putih yang masih bertengger di harga Rp45 ribu per kg dari sebelumnya Rp25 ribu per kg.

“Belum lama naik, mungkin baru sekitar enam hari. Ini karena stok menipis, sedangkan permintaan konsumen tetap tinggi,” terang Andi Mansur, salah satu pedagang di Pasar Tradisional Inpres Manonda, Palu, kemarin.

Kenaikan cukup tinggi juga terjadi di Cianjur, Jawa Barat, dan Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Di Cianjur, harga bawang putih tembus di kisaran Rp70 ribu per kg dari sebelummya hanya Rp30 ribu-Rp40 ribu per kg. Sementara itu, di Kupang, melonjak dari harga Rp30 ribu per kg menjadi Rp60 ribu per kg.

Di Indramayu, Jawa Barat, harga bawang putih turun sedikit setelah pemerintah menggelar operasi pasar sehingga stok bertambah. Harga yang sebelumnya Rp60 ribu per kg turun menjadi Rp55 ribu per kg. (Ant/UL/BB/PO/JS/E-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More