Selasa 11 Februari 2020, 01:20 WIB

Holding RS BUMN Genjot Revenue

Van/H-1 | Humaniora
Holding RS BUMN Genjot Revenue

MI/ANDRI WIDIYANTO
Menteri BUMN Erick Thohir saat berbicara pada Indonesia Healt Care Corporation Medical Forum di Hotel Fairmont, Jakarta, kemarin.

 

KONSOLIDASI antara rumah sakit (RS) milik perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dapat meningkatkan revenue yang semula Rp5,6 triliun menjadi Rp10 triliun. Konsolidasi tersebut, kata Menteri BUMN Erick Thohir, merupakan tahap awal holding yang direncanakan terbentuk di awal Juni 2020.

“Saat ini ada 64 rumah sakit dengan total 6.500 tempat tidur. Kalau secara revenue diawali dengan Rp5,6 triliun dengan EBITDA Rp510 miliar, tetapi kita belum konsolidasi dan maksimal. Saya harapkan ke depan bisa kurang lebih Rp8 hingga Rp10 triliun,” ung­kap Erick di acara 1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum yang diselenggarakan PT Pertamina Bina Medika IHC di Jakarta, kemarin.

Erick menjelaskan proses konsolidasi menuju holding tersebut melalui beberapa tahapan. Tahap pertama akan melibatkan konsolidasi sinergi antara PT Rumah Sakit Pelni dan PT Pertamina Bina Medika IHC. Konsolidasi antara kedua perseroan tidak berfokus pada perpindahan kepemilikan, tapi lebih diutamakan konsolidasi operasional rumah sakit.

“Penting sekali tercipta sinergi agar bisa me-mapping konsolidasi ke depannya perlu apa, misalnya, alat CT scan, MRI baru lima. Dengan mapping ini, bisa diprediksi kebutuhan alat-alat yang ada,” tambahnya.

Holding rumah sakit nantinya diurus oleh ahli di bidangnya untuk bisa memenuhi tuntutan masyarakat serta industri, terutama dari segi menghadapi isu health security dan ancaman berbagai penyakit epidemik. “Kalau kita lihat, seperti korona virus, bukan hanya penyakit epidemik, tapi sudah terasa ke ekonominya. Ke depan kita mengantisipasi hal-hal ini. Jadi, bukan hanya pelayanan secara bisnis, tapi juga mengantisipasi kalau ada penyakit-penyakit epidemik.”

Erick menambahkan bahwa meskipun saat ini 58% populasi Indonesia masih tergolong angkatan muda dengan usia rata-rata 30 tahun, isu health security perlu diantisipasi dari sekarang. (Van/H-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More