Senin 10 Februari 2020, 21:21 WIB

Petambak Udang dan Ikan Kini Bisa Ikut Asuransi

Heryadi | Ekonomi
Petambak Udang dan Ikan Kini Bisa Ikut Asuransi

ANTARA
Warga mengumpulkan udang hasil budidaya di desa Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (30/1).

 

Potensi tambak udang di Indonesia tergolong tinggi, mencapai 242.000 hektare, dengan 60 % merupakan lahan yang dikelola secara tradisional dan 40% dikelola secara intensif.

Melihat besarnya risiko terjadi kegagalan dalam berbudidaya udang, PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) serta industri asuransi kerugian umum, membentuk Konsorsium AUBU dan menerbitkan Asuransi Usaha Budidaya Udang (AUBU).

Menurut Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Sahata L. Tobing, dengan adanya AUBU, petambak udang tidak perlu lagi takut mengalami gagal panen.

“Pasalnya, lini usaha yang mereka jalani akan terlindungi ketika terjadi risiko kematian udang yang menyebabkan kegagalan panen. Manfaat utama lainnya adalah petambak bisa mendapat kepastian jaminan modal biaya produksi untuk budidaya selanjutnya,” katanya dalam keterangan resmi Senin (10/02).

Asuransi udang ini juga menjadi amanat Undang-Undang No.7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan  dan Petambak Garam. “Asuransi Jasindo ditunjuk sebagai Ketua Konsorsium mengingat pengalamannya dalam menjalankan asuransi program pemerintah," lanjutnya.

Selain Asuransi Budidaya Udang, KKP bersama Asuransi Jasindo sebagai leader konsorsium asuransi APPIK juga meluncurkan Asuransi Perikanan bagi Pembudidaya Ikan Kecil atau disingkat APPIK, dan masih merupakan program pemerintah dengan premi 100 % ditanggung Pemerintah.

Rate premi untuk AUBU ditetapkan 3 persen per siklus (4-5 bulan), sedangkan untuk APPIK Rate Premi ditetapkan bervariasi sesuai dengan komoditi ikan yang diasuransikan. Biaya administrasi dikenakan hanya untuk polis dan bea meterai.

Sahata menambahkan, petambak udang akan mendapatkan perlindungan sesuai dengan biaya ongkos produksi atau modal yang diajukan menjadi nilai pertanggungan. Sedangkan untuk APPIK nilai pertanggungan telah ditetapkan per komoditas yakni, ikan patin Rp3 juta, nila payau Rp5 juta, nila tawar Rp4,5 juta, bandeng Rp3 juta, polikultur Rp7,5 juta, udang Rp7,5 juta, dan lele Rp4,5juta.

AUBU ditujukan untuk petambak semi itensif sampai dengan super intensif baik vaname maupun windu. “Untuk petambak dengan teknologi sederhana bila ingin mengikuti asuransi AUBU pendaftaran harus dikoordinir oleh Dinas Kelautan dan Perikanan di daerah setempat,” ujarnya. (E-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More