Selasa 11 Februari 2020, 02:00 WIB

Ungkap Rahasia Matahari Solar Orbiter Diluncurkan

AFP/Nur/I-1 | Internasional
Ungkap Rahasia Matahari Solar Orbiter Diluncurkan

Handout / NASA / AFP
(FILES) Gambar ilustrasi selebaran file ini disediakan oleh NASA menunjukkan Solar Orbiter, pada 3 Februari 2020.

 

PESAWAT antariksa, Solar Orbiter, yang merupakan kolaborasi antara Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) diluncurkan dari Kennedy Space Center, Florida, pada Minggu (9/2). Para ­ilmuwan mengatakan pesawat antariksa itu diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai Matahari.

Solar Orbiter akan melihat secara keseluruhan dari atas kutub Matahari. “Saya pikir itu gambar yang sempurna, tiba-tiba Anda benar-benar merasa seperti terhubung ke seluruh tata surya,” kata Ilmuwan dari Proyek ESA, Daniel Muller, seusai peluncuran, seperti dikutip dari AFP, Senin (10/2). “Anda di sini di Bumi dan Anda meluncurkan sesuatu yang akan mendekati Matahari,” ucapnya.

“Kami memiliki satu tujuan bersama dan itu untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang baik dari misi ini. Saya pikir kami akan berhasil,” tambah Holly Gilbert, Direktur Divisi Ilmu Heliofisika NASA.

Solar Orbiter dilengkapi dengan sepuluh instrumen yang akan merekam banyak pengamatan untuk membantu para ilmuwan membuka petunjuk mengenai angin dan semburan Matahari.

Hal tersebut berdampak ke Bumi, seperti mengganggu sistem radar, jaringan radio dan bahkan, meskipun jarang, membuat satelit tidak berfungsi. Badai Matahari terbesar yang pernah melanda Amerika Utara pada September 1859, menggangu banyak jaringan telegraf di benua itu.

“Masyarakat semakin bergantung pada apa yang terjadi di ruang angkasa. Karena itu, kami lebih tergantung pada apa yang dilakukan Matahari,” kata Etienne Pariat, seorang peneliti di observatorium CNRS di Paris.

“Bayangkan jika hanya setengah dari satelit kita hancur,” tambah Matthieu Berthomier, seorang peneliti di Laboratorium Fisika Plasma yang berbasis di Paris. “Itu akan menjadi bencana bagi umat manusia.”

Pendekatan terdekat akan terjadi setiap enam bulan, ketika Solar Orbiter akan lebih dekat ke Matahari daripada Merkurius. Instrumen penginderaan jauh nantinya akan diaktifkan pada pendekatan pertama Solar Orbiter dari Matahari pada November 2021.

Misi tersebut akan dikendalikan dari Pusat Operasi Antariksa Eropa di Darmstadt, Jerman. Setelah diluncurkan, tim akan melakukan tiga bulan pengujian untuk memastikan sistem beroperasi dengan benar sebelum menyalakan instrumen dalam posisinya.

Setiap 11 tahun, kutub Matahari terbalik, utara menjadi selatan dan sebaliknya. Aktivitas Matahari meningkat, mengirimkan semburan kuat bahan Matahari ke luar angkasa.

Solar Orbiter akan meng­amati permukaan saat meledak dan merekam pengukur­an saat materi berjalan oleh pesawat ruang angkasa. (AFP/Nur/I-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More