Senin 10 Februari 2020, 21:07 WIB

Atasi Virus Korona, Taksi di Singapura Bakal Dibekali Masker

Nur Aivanni | Internasional
Atasi Virus Korona, Taksi di Singapura Bakal Dibekali Masker

AFP/Roslan Rahman
Taksi menunggu di salah satu hotel di Singapura tempat pertemuan bisnis yang diduga ikut menyebarkan virus korona

 

SOPIR taksi dan persewaan mobil swasta di Singapura akan dilengkapi dengan masker yang dapat mereka tawarkan kepada penumpang yang kurang sehat.

Hal itu disampaikan oleh Otoritas Transportasi Darat (LTA) Singapura sebagai respons ditingkatkannya peringatan kesehatan terkait virus korona baru (2019-nCoV) di negeri Jiran itu.

Mulai Selasa (11/2), 300.000 masker bedah akan dibagikan kepada pengemudi melalui perusahaan mereka bekerja.

Masker tersebut nantinya akan ditawarkan kepada penumpang yang kurang sehat, tetapi tidak memiliki masker dan membutuhkan tumpangan untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Penumpang juga harus memainkan peran mereka. Khususnya, penumpang yang kurang sehat diingatkan untuk bertanggung jawab secara sosial dan mengenakan masker sebelum naik taksi atau menyewa mobil pribadi," kata LTA, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (10/2).

Baca juga : WNI Diimbau Keluar dari Tiongkok lewat Negara Ketiga

Sebagai langkah pencegahan, pengemudi juga diminta untuk mengukur suhu tubuh mereka dua kali sehari. Mulai Selasa, delapan stasiun pendeteksi suhu tubuh akan didirikan di tujuh lokasi perusahaan taksi di sana.

Pengemudi taksi yang suhu tubuhnya normal akan mendapatkan stiker hari itu yang menunjukkan bahwa mereka dalam keadaan sehat. Sementara itu, pengemudi persewaan mobil swasta akan diminta untuk mengukur suhu mereka sendiri dan mengirimkan hasilnya melalui aplikasi.

LTA bersama asosiasi terkait akan terus meningkatkan jumlah stasiun pendeteksi suhu tubuh di Singapura bagi semua pengemudi.

Langkah tersebut diambil karena seorang sopir taksi dan seorang pengemudi persewaan mobil swasta masuk di antara tujuh kasus baru yang dikonfirmasi dari virus korona yang diumumkan pada Sabtu (8/2).

Semua operator taksi, seperti perusahaan persewaan swasta GoJek, Grab dan Ryde, mengatakan mereka akan menghapuskan biaya sewa kendaraan untuk pengemudi yang dikarantina.

Baca juga : WHO Peringatkan Soal Penyebaran Virus Korona di Luar Tiongkok

Harry Ng, 61, mengatakan penghasilan hariannya telah turun sekitar 20% dalam dua minggu sejak kasus virus korona pertama kali diumumkan di sana. Namun, dampaknya jauh lebih buruk selama krisis SARS pada tahun 2003, ketika penumpang sedikit dan jarang.

Para pengemudi juga berharap bahwa pemerintah dapat bekerja sama dengan operator taksi dan Asosiasi Taksi Nasional (NTA) untuk meringankan beban keuangan mereka selama periode tersebut, misalnya dengan menurunkan biaya sewa kendaraan mereka.

Presiden NTA Raymond Ong mengatakan bahwa penurunan jumlah penumpang membuat beberapa pengemudi berjuang untuk menutupi biaya, seperti biaya sewa dan bahan bakar. (Channel News Asia/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More