Senin 10 Februari 2020, 21:04 WIB

Mayoritas Jalanan Ibu Kota Diklaim Layak Jadi Sirkuit Formula E

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Mayoritas Jalanan Ibu Kota Diklaim Layak Jadi Sirkuit Formula E

AFP
Seri Formula E di Ney York, Amerika

 

MAYORITAS jalan raya di Jakarta dinilai layak dijadikan sirkuit Formula E.

Deputy Director Communications PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Formula E Indonesia Hilbram Dunar menyebut, balap mobil Formula E tidak memiliki kecepatan setinggi Formula 1. Sehingga kualitas aspal yang dibutuhkan tidak harus setinggi aspal untuk Formula 1 atau Formula 2.

"Untuk Formula E membutuhkan aspal Grade 3. Untuk Jakarta kan alhamdulillah aspalnya sudah bagus-bagus. Mayoritas sudah cocok untuk jadi sirkuit paling hanya perlu pelapisan saja agar lebih bagus lagi," ujarnya saat dihubungi hari ini.

 

Baca juga: Setneg Bolehkan Formula E di Monas, Asal Sesuai UU Cagar Budaya

 

Berbeda dengan Formula 1, jelas Hilbram, balap mobil bertenaga listrik diselenggarakan di jalan raya. Misalnya, balapan di Tokyo, Seoul, Abu Dabi, Paris hingga Riyadh.

"Ini memang road race ya. Jadi memang balapannya ya harus di jalan raya. Bukan di sirkuit atau di jalan yang khusus dibangun untuk sirkuit, bukan. Tapi memang di jalan raya ibu kota," tandasnya.

Tujuan diadakannya Formula E di jalanan ibu kota dan di kawasan yang ikonik di tiap negara tersebut utamanya ialah untuk memperkenalkan teknologi ramah lingkungan.

"Karena tujuan kejuaraan ini bukan sekadar balapan tetapi mempromosikan kota modern menggunakan teknologi ramah lingkungan dengan kita balapan tapi emisinya low carbon," terangnya.

Sementara itu, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan di mana lokasi sirkuit Formula E. Sebab, Komisi Pengarah yang berwenang memberikan izin kegiatan dan pembangunan di kawasan Medan Merdeka serta Monas hanya memberi lampu hijau kawasan Medan Merdeka menjadi area sirkuit Formula E. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More