Senin 10 Februari 2020, 20:56 WIB

94 orang Meninggal Dunia Akibat Bencana Alam Tahun ini

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
94 orang Meninggal Dunia Akibat Bencana Alam Tahun ini

Antara/Asep Fathulrahman
Rumah yang rusak akibat longsor di Kampung Muhara, Lebak, Banten, Minggu (26/1/2020).

 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 400 bencana alam terjadi di Indonesia tahun ini hingga 10 Februari 2020. Bencana Hidrometeorologi paling banyak terjadi dan merenggut 94 korban jiwa dan 2 orang dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana Agus Wibowo mengungkapkan, bencana hidrometeorologi yang paling banyak terjadi, yaitu banjir dengan 171 kejadian, puting beliung 155 kejadian, tanah longsor 98 kejadian, dan gelombang pasang atau abrasi 2 kejadian.

"Dari sejumlah kejadian ini, banjir merupakan yang paling banyak mengakibatkan korban meninggal dunia, yaitu 86 orang, disusul tanah longsor 5 dan puting beliung 3," kata Agus di Jakarta Senin (10/2).

Disamping bencana hidrometeorologi, terdapat juga bencana lainnya, yaitu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebanyak 28 kejadian, serta  gempa bumi 1 kejadian.

"Total jumlah kejadian bencana sepanjang awal tahun Januari hingga minggu ketiga Februari 2020 berjumlah 455 kejadian," sebutnya.

Selain berdampak pada korban jiwa, dia menambahkan sejumlah kejadian bencana juga mengakibakan kerusakan infrastruktur seperti tempat tinggal dan fasilitas pendidikan, kesehatan, perkantoran dan jembatan.

Baca juga : Lebih Apik Mengelola Risiko Bencana

Kerusakan rumah dengan kategori rusak berat mencapai 2.512 unit, rusak sedang 1,725 unit, dan rusak ringan 6.707. Sedangkan kerusakan infrastruktur lain, seperti fasilitas pendidikan berjumlah 142 unit, peribadatan 121 unit, perkantoran 47 unit, dan kesehatan 11 unit.

"Dari total kerusakan ini, hanya 5 rumah dengan kategori rusak sedang disebabkan karena gempa bumi, sedangkan sisanya disebabkan bencana hidrometeorologi," terangnya.

Sementara itu, sebanyak 994.932 orang tercatat terdampak dan mengungsi akibat bencana. Tiga wilayah provinsi dengan jumlah bencana tinggi yaitu Jawa Tengah 119 kejadian, Jawa Barat 72 kejadian, dan Jawa Timur 69 kejadian.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pada Sabtu (8/2), merilis data yang menunjukkan adanya curah hujan harian dengan intensitas sedang hingga lebat pada periode hingga 13 Februari 2020 di sejumla daerah.

Sehubungan dengan fenomena alam terkait iklim dan cuaca, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi ancaman bahaya, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang maupun petir.

Masyarakat dapat terus memantau informasi prakiraan cuaca maupun informasi kewaspadaan terkait cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, BNPB dan BPBD. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More