Selasa 11 Februari 2020, 08:05 WIB

Melantai Sebagai Emiten ke 10 di Bursa, Tama Raup Dana Rp35 M

Hilda Julaika | Ekonomi
Melantai Sebagai Emiten ke 10 di Bursa, Tama Raup Dana Rp35 M

Antara Foto/Reno Esnir
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia.

 


Perusahaan konstruksi PT Lancartama Sejati Tbk. resmi menjadi perusahaan ke 10 yang melantai di Bursa Efek Indonesia.

Perusahaan dengan kode TAMA ini melepaskan sebanyak 200 juta saham melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan harga penawaran Rp175 per saham. Jumlah tersebut setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Melalui penawaran harga sebesar Rp175, artinya, perusahaan telah meraup dana Rp35 miliar.

Direktur Utama Lancartama Sejati, Alex Widjaja, mengutarakan pencatatan saham perdana di BEI melalui IPO ini sebagai langkah perusahaan untuk mengembangkan bisnis yang lebih besar lagi.

"Besar harapan kami (melalui IPO) pengembangan bisnis yang lebih besar dan dapat dipercaya pelanggan, bank dan lembaga keuangan, masyarakat dan investor. Kami sebagai partner bisnis dan perusahaan yang akuntabel," ujar Alex di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/2).

Saat debut perdana melantai di BEI, saham Lancartama menguat 69,14% ke level Rp296 per saham artinya naik sebanyak 121 poin. Posisi itu bertahan hingga penutupan pada perdagangan sore hari.   

Selain itu, TAMA pun menerbitkan 100 juta waran Seri I sebagai pemanis (sweetener) dengan harga pelaksanaan sebesar Rp288. Jumlah tersebut setara 12,5% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh. Hal ini berarti, setiap pemegang dua saham berhak memperoleh satu waran. Pada setiap satu waran memberikan hak untuk membeli satu saham baru.

Sebagai informasi, Lancartama Sejati dicatatkan di papan pengembangan BEI sebagai sektor properti, real estate dan konstruksi bangunan dengan sub sektor konstruksi bangunan. Dana hasil IPO sebesar 82,89% rencananya akan dipakai untuk membeli aset berupa tanah dan bangunan, sedangkan 17,11% sisanya untuk modal kerja.

Dalam proses melantainya TAMA di bursa ini, telah menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek. (Hld/E-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More