Senin 10 Februari 2020, 18:47 WIB

21 WNI Pulang dari Tiongkok Negatif Korona

Dhika kusuma winata | Humaniora
21 WNI Pulang dari Tiongkok Negatif Korona

Antara
Seorang warga membaca pamflet sosialisasi pencegahan virus Corona yang dibagikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI)

 

SEBANYAK 21 WNI dari daratan Tiongkok pulang ke Indonesia. Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun menyatakan, 21 WNI tersebut telah diberangkatkan dari Beijing serta sejumlah wilayah lain dan diperkirakan tiba di Tanah Air sore ini, Senin (10/2).

"Pagi tadi kami baru memfasilitasi bersama-sama dengan pemerintah daerah memulangkan 21 orang dari bandara di Beijing, belum yang di bandara-bandara lainnya. Mudah-mudahan sore ini sudah tiba di Jakarta," kata Djauhari dari Tiongkok melalui teleconference di Kantor Staf Presiden (KSP) di Jakarta, Senin (10/2).

Menurut Djauhari, 21 WNI tersebut dipastikan negatif korona oleh otoritas setempat dan bukan berasal dari Kota Wuhan. Djauhari mencatat jumlah WNI yang masih ada di Tiongkok saat ini sekitar 1.890 orang. Jumlah itu berkurang signifikan lantaran data per Desember WNI yang ada di Tiongkok, yang sebagian besar merupakan mahasiswa, berjumlah 16.500.

"Banyak mahasiwa yang melanjutkan masa liburnya di Tanah Air sehingga mereka banyak yang di Indonesia melanjutkan libur karena libur," ucapnya.

Dirjen Pencegahan dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menyatakan pihaknya telah mengantisipasi kepulangan 21 WNI tersebut. Pemerintah kemudian tetap akan memantau kondisi mereka ketika tiba di Tanah Air.

"Kami sudah mendapatkan 21 nama yang nanti akan pulang itu. Kita sudah siapkan di daerah untuk melakukan pengamatan selama 14 hari kepada mereka di rumah masing-masing. Nanti akan tetap dipantau mereka untuk bisa mendapat akses kesehatan yang dikehendaki seandainya ada keluhan yang perlu segera direspons," ujarnya.

Anung menjelaskan proses kembalinya 21 WNI tersebut tidak melalui karantina terpusat seperti di Natuna lantaran mereka bukan dari Wuhan dan telah diperiksa otoritas Tiongkok.

"Kalau ini bukan dari Wuhan, bukan dari Provinsi Hubei, maka prosedurnya tidak lagi melalui kekarantinaan, kecuali yang bersangkutan punya riwayat merawat orang sakit korona, atau ada riwayat kontak, itu berbeda. Jadi mohon ini bisa dibedakan," ujarnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More