Senin 10 Februari 2020, 16:51 WIB

Jebak PSK, Andre Rosiade Dinilai Cari Popularitas

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
 Jebak PSK, Andre Rosiade Dinilai Cari Popularitas

MI/Susanto
Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade, dalam suatu diskusi.

 

JARINGAN Aktivis (Jarak) Indonesia melaporkan anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade, ke Bareskim Polri pada Senin (10/2) ini. Andre dilaporkan terkait kasus penjebakan seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial NN di Padang, Sumatra Barat.

"Kami merasa ada ketidakadilan, ada pemanfaatan untuk mendompleng nama. Kita datang ke Bareskrim bahwasanya Andre bisa dipidanakan dari kasus ini," kata anggota Jarak Indonesia, Donny Manurung, saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Senin (10/2).

Donny menilai ada unsur politis dalam upaya Andre menjebak NN. Menurutnya, Andre menggunakan institusi Polri untuk mencari popularitas. "Jangan sampai Polri digunakan oknum-oknum politik untuk mendompleng nama, power kekuasananya di daerah mana pun. Jangan sampai Polri dimanfaatkan oleh Andre," pungkasnya.

"Yang menyiapkan semua Andre, yang memanggil wartawan Andre juga, yang menyewa Andre, terus yang memberitahu ke Polisi juga Andre, terus Polri tugasnya apa dong?" seru Donny.

Baca juga: Andre Rosiade Bantah Lakukan Penjebakan PSK di Kota Padang

Dia berpendapat penggerebekan kasus prostitusi merupakan ranah kepolisian. Namun, hal itu justru dilakukan oleh warga sipil seperti Andre. Lebih lanjut, Donny mengatakan bahwa NN dalam kasus ini merupakan korban.

"Adanya pelacur karena buruknya politik kita, mengakibatkan ekonomi kita rusak dan tidak adanya lapangan pekerjaan. Dia jadi PSK bukan karena keinginan dia, tapi tuntutan kehidupan," ujarnya.

Dia mendorong pihak kepolisian turut menangkap Bimo yang diduga orang suruhan Andre untuk memesan NN via aplikasi MiChat. Apabila terkait prostitusi, lanjut Donny, tidak hanya PSK dan muncikari yang ditangkap, melainkan juga pengguna jasa PSK.

Dalam laporannya, pihak Jarak membawa sejumlah barang bukti berupa berkas dasar hukum dan foto berisi bukti pemesanan hotel atas nama Andre Rosiade-Bimo. Andre dilaporkan atas Pasal 56 KUHP, Pasal 296 KUHP, Pasal 310 KUHP, dan Pasal 27 Ayat 3 UU ITE.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, tidak mempersoalkan tindakan yang dilakukan Andre. Dalam hal ini, Argo menyamakan penjebakan NN dengan pencuri.

"Semua orang, masyarakat, seandainya menemukan suatu tindak pidana, misalnya ada copet, ada pencuri, boleh nggak menangkap? Boleh!" tegas Argo.(OL-11)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More