Senin 10 Februari 2020, 16:30 WIB

Kembangkan Inklusi Keuangan,Mandiri Gaet 1,5 Juta Mitra Bukalapak

Hilda Julaika | Ekonomi
Kembangkan Inklusi Keuangan,Mandiri Gaet 1,5 Juta Mitra Bukalapak

MI/Hilda Julaika
Kerjasama Mandiri dan Bukalapak

 

PT Bank Mandiri (Persero) menggaet sebanyak 1,5 juta warung mitra Bukalapak untuk mengembangkan keuangan inklusi melalui Agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) milik Bank Mandiri.

“Sinergi ini sangat strategis karena tidak hanya bisa memperluas keagenan Laku Pandai Bank Mandiri, tapi juga memberikan nilai tambah yang strategis kepada mitra Bukalapak dari sisi pelayanan kepada pelanggan maupun potensi penambahan jumlah pelanggan,” kata Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang di Jakarta, Senin (10/2).

Namun demikian, lanjut Donsuwan,  tentu saja kami akan melakukan proses penyaringan secara internal terhadap mitra yang direkomendasikan

Di kesempatan yang sama CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin menyambut antusias kerjasama ini. Menurutnya implementasi Laku Pandai yang dapat dimanfaatkan oleh Mitra Bukalapak dinamakan dengan Fitur Kirim Uang, yang memungkinkan pemilik warung mitra membantu masyarakat sekitar mengirim uang dengan aman, mudah dan nyaman.

Rachmat juga menyampaikan, dengan lebih dari 1,5 juta warung Mitra Bukalapak yang hadir di 189 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia, Bukalapak merasa bangga dapat berperan dalam memperluas inklusi keuangan nasional.

Salah satu objektif yang menjadi fokus dalam kerjasama ini adalah peran warung tradisional dapat menjadi agen perubahan yang membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitarnya karena selama ini, warung mendominasi 65 - 70% transaksi ritel Indonesia.

“Kerjasama ini patut diperhitungkan sebagai sebuah kemajuan yang mengantarkan Bank Mandiri, Bukalapak, sekaligus warung Mitra, untuk bersama naik kelas dan memberdayakan masyarakat Indonesia,” ujar Rachmat. (Hld/E-1)

Berita Terkini

Read More

Top Tags

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More