Senin 10 Februari 2020, 13:51 WIB

Soal Pembagian Saham 10%, PT Timah Serahkan pada Pemerintah Pusat

Faustinus Nua | Ekonomi
Soal Pembagian Saham 10%, PT Timah Serahkan pada Pemerintah Pusat

FOTO ANTARA/Ismar Patrizki
Direktur Utama (Dirut) PT Timah M. Riza Pahlevi Tabrani.

 

PEMERINTAH Provinsi Bangka Belitung (Babel) meminta pembagian saham PT Timah sebesar 10%. Pasalnya Babel sebagai daerah pengahasil timah seharusnya layak mendapat porsi pembagian saham tersebut seperti yang diamanatkan Undang-undang.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama (Dirut) PT Timah M. Riza Pahlevi Tabrani mengatakan jajaran direksi akan mengikuti arahan pemegang saham.

"Saya pikir kami serahkan pada pemegang saham, pemerintah. Pada prinsipnya direksi PT Timah selalu mengikuti keputusan pemegang saham," ungkap Riza seusai RUPSLB PT Timah, di Jakarta, Senin (10/2).

Baca juga : Saham PT.Timah 10% untuk Kesejahteraan Masyarakat Babel

Menurut Riza, soal pembagian saham 10% kepada Pemprov Babel merypakan kewenangan pemegang saham yakni pemerintah pusat. Apalagi terkait sumber daya alam yang sifatnya tidak dapat diperbarui pasti pemerintah punya keputusan terbaik.

"Pemerintah pasti tau, pasti mengerti keputusan yang terbaik. SDA ini ada sekali ya bukan bisa diperbarui, jadi pasti pemerintah mengambil kebijakan terbaik," lanjutnya.

Sebelumnya, Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan menegaskan permintaan pembagian saham PT Timah sebesar 10% bukanlah untuk kepentingan sektoral saja melainkan untuk kesejahteraan masyarakat Babel. Mengingat provinsi lain juga mendapat jatah yang sama dari pembagian saham BUMN.

"Sudah sepantasnya masyarakat Babel mendapatkan hak atas  penggunaan wilayah kami, untuk kesejahteraan masyarakat, ini sangat  logis dan tidak mengada-ngada," kata dia dalam acara Primetime News Metrotv, Sabtu (8/2).(Van/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More