Senin 10 Februari 2020, 11:44 WIB

Ketemu PM Australia, Jokowi: A Friend in Need is a Friend Indeed

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Ketemu PM Australia, Jokowi: A Friend in Need is a Friend Indeed

Dok: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (kanan) bertemu dengan PM Australia Scott Morrison (kir)

 

PRESIDEN Joko Widodo menyambangi Gedung Parlemen Australia di Canberra, Senin (10/2), dalam rangkaian kunjungan kenegaraan, untuk bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison.

Sebelum menggelar pertemuan bilateral, kedua pemimpin menggelar pertemuan privat (tete-a-tete). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi dan PM Morrison membahas berbagai hal.

Adapun dalam pertemuan bilateral yang digelar dalam kerangka Indonesia-Australia Annual Leader's Meeting (ALM), Presiden Jokowi menyampaikan duka cita dan simpati kepada korban, keluarga korban dan pemerintah Australia atas bencana kebakaran hutan yang melanda.

"Kedatangan saya ke Australia kali ini sekaligus untuk menunjukkan Indonesia akan selalu bersama masyarakat Australia, baik dalam suka maupun duka. A friend in need is a friend indeed," kata Jokowi dalam keterangan pers Sekretariat Presiden.

Jokowi menyebut kunjungannya kali ini juga menjadi momen spesial karena bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Australia. Dalam rentang waktu tersebut, lanjut Presiden, banyak hal yang telah dicapai oleh kedua negara.

"Namun kita harus terus bekerja keras untuk hubungan yang lebih kokoh ke depan," imbuhnya.

Baca juga: Jokowi akan Pidato di Parlemen Australia

Presiden menuturkan untuk memperkuat kerja sama tersebut dibutuhkan fondasi yang lebih kuat dengan saling percaya dan menghormati. Karena itu, Jokowi mengajak Australia untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan menghormati sebagai modal besar bagi hubungan kedua negara yang kokoh.

"Saya kira sudah banyak masalah yang saya sampaikan tadi malam dan dalam pertemuan tete-a-tete tadi banyak menyelesaikan masalah di antara kita, terutama yang berkaitan dengan perdagangan, investasi, dan pariwisata," ujar Kepala Negara.

Selepas pertemuan bilateral, Jokowi dan Morrison menyaksikan penandatanganan dua nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yaitu Plan of Action of Indonesia-Australia Comprehensive Strategic Partnership yang ditandatangani oleh Menlu RI dan Menlu Australia dan MoU mengenai Transportation Security Cooperation yang ditandatangani oleh Menhub RI dan Menhub Australia.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral tersebut yaitu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia.

Selain itu, turut pula Duta Besar Indonesia untuk Australia Yohanes Legowo, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemlu Desra Percaya, dan Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More