Senin 10 Februari 2020, 09:21 WIB

Salah Informasikan Titik Banjir, Akun TMC Polda Minta Maaf

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Salah Informasikan Titik Banjir, Akun TMC Polda Minta Maaf

MI/Pius Erlangga
Ilustrasi: Sisa air banjir di underpass Kemayoran, Jakarta Pusat

 

AKUN Twitter resmi Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro meminta maaf terkait kesalahan salah satu cuitan yang menginformasikan banjir di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, Sabtu (8/2) lalu.

"Mohon Maaf, terjadi kesalahan dalan memberikan informasi banjir pada hari Sabtu 8 Februari 2020 pukul 08.03 WIB, di Jalan RE Martadinata Ancol Jakut," demikian bunyi kicauan permintaan maaf tersebut yang ditulis pada Senin (10/2).

Sabtu (8/2), akun tersebut mencuit adanya banjir di Jalan RE Martadinata pada pukul 08.04 WIB. Cuitan itu juga melampirkan foto kawasan yang tertutup air.

Namun, setelah diteliti kawasan tertutup air itu bukan lah Jalan RE Martadinata yang tergenang banjir melainkan permukaan Kali Ancol yang mengalir di samping jalan tersebut sedang dalam kondisi penuh.

Cuitan itu kemudian ramai dibalas oleh warganet yang menuduh admin akun TMC Polda Metro menyebar hoaks. Karena dari penelusuran warganet yang kerap melintasi jalan itu, tidak ada banjir yang menggenang di wilayah tersebut pada jam 08.04 WIB, Sabtu (8/2).

Baca juga: PPK Kemayoran Gandeng Kementerian PUPR Atasi Banjir di Underpass

Warganet pun menyayangkan akun TMC Polda Metro yang menelan mentah-mentah foto kiriman warga. Sebab, foto permukaan Kali Ancol yang sedang penuh itu diketahui diambil dari sudut jembatan penyeberangan di atas kali.

Ini bukan pertama kalinya akun Twitter Polda Metro Jaya diduga menyebar hoaks oleh warganet. Pada September 2019, saat huru hara aksi demonstrasi oleh pelajar SMK dan mahasiswa di depan gedung DPR/MPR RI, akun Twitter Polda Metro juga diduga menyebar hoaks karena mengunggah penangkapan mobil ambulans milik Dinas Kesehatan dan PMI Provinsi DKI Jakarta.

Petugas paramedik dan dokter yang berada di dalam mobil juga sempat diinterogasi sebelum akhirnya dilepaskan.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More